Berita

Prabowo Subianto bersama Jokowi/Net

Politik

Defisit Logistik Karena 3 Kali Kalah Pilpres, Alasan Prabowo Akan Tetap Ikut Jokowi

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 10:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diprediksi akan tetap berada di dalam pemerintahan Joko Widodo meski kader kesayangannya telah dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi.

Direktur Romeo Strategic Research & Consulting (RSRC) A. Khoirul Umam mengatakan hubungan Presiden Joko Widodo dengan mantan kompetitornya di Pilpres lalu itu akan tetap baik-baik saja.

Alasan yang kuat karena kalkulasi politik yang realistis dari Menteri Pertahanan itu.


Secara politik imbas kekalahan Prabowo di 3 kali Pilpres sejak tahun 2009 lalu membuat Gerindra mengalami defisit logistik.

"Akan tetap di kabinet, karena Gerindra bener-benar defisit logistik pasca kalah 3 kali Pilpres," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/12).

Lebih lanjut Umam menganalisa, korupsi benur yang diduga menjerat Edhy Prabowo juga melibatkan sejumlah perusahaan yang diawaki oleh kader-kader Gerindra.

Ia melihat, pola gerakan yang dilakukan orang-orang Gerindra menggerakkan perusahaan ekspor benur untuk mengkonsolidasikan mesin logistik jelang pemilu 2024.

"Korupsi benur yang diduga melibatkan sejumlah korporasi yang diawaki orang Gerindra, adalah bagian dari usaha untuk mengkonsolidasikan mesin logistik untuk mempersiapkan mesin politiknya jelang 2024," demikian kata pengajar Universitas Paramadina ini.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya