Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Melawan Radikalisme Dari Dalam: Sebuah Komitmen Kebangsaan

MINGGU, 29 NOVEMBER 2020 | 15:49 WIB

DUA tahun lalu, tepatnya tahun 2018, data mencengangkan muncul dari Badan Intelijen Negara (BIN). BIN menyebut bahwa terdapat 41 masjid pemerintaha terpapar paham radikal. Jumlahnya 41 dari 100 masjid yang di survei, yang tersebar di lingkungan kementerian, lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hasil riset Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M NU) menyebut bahwa masjid-masjid BUMN adalah masjid yang paling rentan terhadap penyusupan kelompok radikal. Terbukti dari 37 masjid yang disurvei, lebih dari separuhnya, yaitu 21 masjid (57 persen) terindikasi radikal.

Tidak hanya itu, pada tahun yang sama, survei P3M NU juga menyebut bahwa 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 39% mahasiswa tertarik paham radikal. Hal mengejutkan lainnya diungkapkan oleh lembaga Alvara Research, hasil riset mereka tahun 2017 di 6 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Sumatera dan Semarang) menyebut bahwa 19.4% Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak setuju dengan Pancasila.


Membentengi Negara Dari Gerakan Radikal

Data di atas menjelaskan bahwa radikalisme yang dimaksud adalah pandangan, sikap, dan perilaku yang cenderung menganggap kelompoknya paling benar dan kelompok lain salah. Selain itu, mereka mudah mengkafirkan kelompok lain dan tidak bisa menerima perbedaan, baik perbedaan berdasarkan etnis, agama maupun budaya.

Ada kecenderungan memaksakan keyakinannya pada orang lain dan menganggap demokrasi termasuk demokrasi Pancasila sebagai produk kafir, dan membolehkan segala cara atas nama agama.

Kondisi ini, jika dibiarkan, akan membahayakan persatuan bangsa ke depan dan tentu mengganggu proses pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah. Hal ini tampaknya dipahami betul oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Meski memiliki fokus untuk memajukan BUMN secara profesional, Erick tetap memberikan perhatian pada hal-hal mendasar. Seperti membentengi kementeriannya dengan menempatkan dai-dai dari Nahdlatul Ulama sebagai pendakwah di masjid-masjid BUMN.

Kerja sama Kementerian BUMN dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan menempatkan para ulama NU untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN adalah komitmen yang luar biasa untuk mencegah gerakan radikal masuk di dalam lembaga pemerintahan, khususnya BUMN.

Komitmen seperti ini tentu timbul dari kesadaran berbangsa yang dalam dan serius. Dengan demikian, untuk membangun suatu iklim bisnis yang profesional di BUMN adalah dengan membuat suasana intenal kondusif dan terbebas dari gangguan, salah satunya membentengi masjid dan karyawan BUMN dari gerakan-gerakan radikalisme. Hal ini patut ditiru kementerian dan lembaga lainnya.

Muhammad Ainul Yakin Simatupang
Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jakarta

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya