Berita

Direktur RSRC A. Khoirul Umam/RMOL

Politik

Jelang Pilkada, Gerindra Harus Antisipasi Kampanye Negatif Edhy Prabowo Ditangkap KPK

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 21:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Partai Gerindra disarankan mengantisipasi para rival politik pada pemilihan kepala daera (Pilkada) yang dilakukan 9 Desember.

Direktur Romeo Strategic Research & Consulting (RSRC) A. Khoirul Umam mengatakan, usai tertangkapnya Edhy Prabowo, Partai Gerindra harus mengantisipasi serangan berupa kampanye negatif yang mengaitkan tertangkapanya Edhy Prabowo dengan menjatuhkan paslon yang diusung Partai besutan Prabowo Subianto.

"Tertangkapnya Menteri KP dan Waketum Gerindra ini bisa dimanfaatkan oleh para rival dan kompetitor politik sebagai bahan kampanye negatif (negative campaign) untuk menjatuhkan para Paslon yang diusung oleh Gerindra," demikian analisa Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/11).


Dijelaskan Umam, sejak partai berdiri, Gerindra sangat lantang menyuarakan integritas kekuasaan.

Dari peristiwa OTT KPK yang menjerat kader kesayangan Prabowo, Umam menganalisa akan memantik ketidak percayaan publik pada Gerindra.

"Kejadian ini berpotensi memantik "political distrust" masyarakat kepada Gerindra," demikian kata Umam.

Dosen Universitas Paramadina ini menyarankan agar seluruh kekuatan Gerindra yang ada di daerah yang mengadakan Pilkada untuk rajin menjelaskan pada basis pemilihnya.

Penjelasan yang perlu disampaikan, kata Umam bahwa peristiwa OTT KPK yang menjerat Edhy Prabowo tidak merepresentasikan institusi Gerindra.

"Problemnya, tidak mudah memisahkan entitas tokoh dan lembaganya. Kecuali di segmen masyarakat kelas menengah ke bawah dan kurang terdidik," demikian kata Umam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya