Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Secara Politis, OTT Edhy Prabowo Adalah Cara Jokowi Tunjukkan Taring Politiknya Ke Publik

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 18:49 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Secara politik operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Edhy Prabowo adalah strategi Joko Widodo untuk menunjukan taringnya sebagai presiden.

Demikian disampaikan Direktur Eskekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/11).

Kata Ali Rif'an, jika ditinjau dari sisi hukum apa yang menimpa kader kesayangan Prabowo Subianto itu masuk dalam kategori bersalah.


Meski demikian, jika ditinjau dari perspektif politik bisa saja Jokowi ingin menyampaikan pesan pada publik bahwa anak buahnya harus bekerja sesuai visi presiden.

"Jokowi ingin menunjukkan taringnya bahwa semua menteri harus sesuai visi presiden," demikian analisa Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/11).

Ali Rif'an mengamati Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan nampak tidak menunjukkan perannya saat terjadi ketegangan antara Istana dan Habib Rizieq Shihab usai tiba di Indonesia pada 10 Nopember lalu.

Selama kegaduhan usai kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, nampak Menko Polhukam Mahfud MD yang sering bicara ke publik.

"Kalau dari perspektif politik bisa jadi warna-warni, Prabowo dalam isu-isu Habib Rizieq kurang pasang badan (membantu Jokowi). Padahal saat ini posisinya sebagai Menhan," demikian pendapat politik mantan Manajer Riset Poltracking Indonesia.

Dalam pengamatan Ali Rif'an, pada saat terjadi ketegangan antara Istana dan Habib Rizieq, Prabowo selaku mantan Capres yang didukung FPI tentu memiliki kedekatan emosional.  Jokowi kata Ali, merasa dibiarkan oleh Prabowo Subianto.

"Bisa jadi komunikasi kultural ke Rizieq sebagai mitra politik di Pilpres 2019 lalu," pungkas Ali.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya