Berita

Petani/Net

Dunia

Teman Sejati, Taiwan Berbagi Teknik Bertani Dengan Petani Indonesia Selama 44 Tahun

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 17:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sudah 44 tahun lamanya Indonesia dan Taiwan berbagi pengetahuan terkait teknik pertanian hingga keduanya dapat mengembangkan pembangunan pertanian yang komprehensif.

Dimulai pada 21 Mei 1976, Taiwan dan Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama teknik pertanian. Setelahnya, pada akhir Oktober, tim teknik pertanian Taiwan terbang ke Surabaya.

Saat ini, Misi Teknik Pertanian Taiwan atau Taiwan Technical Mission (TTM) memegang 18 proyek kerja sama di sejumlah wilayah pertanian Indonesia.


Beberapa di antaranya adalah Bali, Bogor, Bandung, Sulawesi Selatan, hingga Karawang.

TTM juga telah mengadakan lebih dari 130 seminar dan kegiatan observasi yang memberikan manfaat kepada lebih dari 20 ribu petani Indonesia.

Di Karawang, ahli dari TTM, Chiu asal Hsinchu, Taiwan membantu petani menanam tanaman hortikultura berkualitas tinggi seperti tomat kecil, okra, dan jambu biji. Bahkan setelah mendapatkan bantuan dari TTM, petani Indonesia dapat meningkatkan pendapatan mereka hingga sekitar 20 persen pada tahun ini.

Dalam pernyataan tertulis Taiwan Economic and Trade Office (TETO) pada Rabu (25/11), Chiu kerap mengajar petani lokal, mulai dari teknik penanaman, pembibitan, penanaman, transplantasi, penyakit dan hama serangga, hingga produksi dan penjualan.

Semua itu diajari Chiu yang baru datang ke tanah air pada 2019 dengan bahasa Indonesia.

Saat bertugas di Indonesia, Chiu mengaku memiliki beberapa tantangan, termasuk tekstur tanah hingga varietas tanaman.

Selain itu, TTM juga memiliki kendala terkait dengan pengalaman berkebun para petani Indonesia yang kurang.

Rencana pengembangan hortikultura di Karawang selama tiga tahun memiliki tujuan utama untuk memberikan panduan teknis lengkap kepada petani berdasarkan pengalaman sukses tim teknis Taiwan dalam pembinaan perencanaan agribisnis, dan penggunaan sistem pemasaran bersama.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya