Berita

Kapal muatan batubara Australia/Net

Dunia

Korban Perang Dagang, 53 Kapal Muatan Batubara Australia Terdampar Di Perairan China Selama Lebih Dari Sebulan

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 15:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lebih dari 50 kapal berisi batubara dari Australia hanya menunggu di perairan China selama kurang lebih satu bulan, menunggu untuk dibongkar.

Berdasarkan data pengiriman yang dilakukan oleh Bloomberg dan perusahaan intelijen data Kpler, ada sekitar 5,7 juta ton batubara dan sekitar 1.000 pelaut di atas kapal-kapal yang berlabuh berukuran Capesize dan Panamax tersebut.

Dimuat The Straits Times, mereka merupakan korban dari perang dagang antara China dan Australia. Di mana total nilai batubara tersebut adalah 500 juta dolar AS.


Data dari Bloomberg menunjukkan, sebanyak 66 kapal yang memuat batubara Australia ditempatkan di perairan China, sebagian besar di lepas pantai timur laut dekat pelabuhan Jingtang dan Caofeidian.

Kpler mengidentifikasi, 53 kapal telah bertahan di sana selama lebih dari sebulan. Sebanyak 39 di antaranya membawa sekitar 4,1 juta ton batubara.

Biasanya, kapal batubara hanya menunggu tiga hingga lima hari untuk berlabuh dan membongkar muatannya.

Tetapi baru-baru ini, Beijing telah memberlakukan larangan impor untuk batubara dari Australia, dan sejumlah produk lainnya.

Direktur Jenderal Departemen Urusan Ekonomi Internasional Kementerian Luar Negeri China, Wang Xiaolong pada Senin (23/11) mengatakan, pemberlakukan larangan dagang yang dilakukan Beijing ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakatnya dan sesuai dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya