Berita

Aksi protes di Thailand/Net

Dunia

Banyak Aktivis Ditangkap Karena Kritik Kerajaan, Kelompok HAM Tegur Pemerintah Thailand

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 13:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Komunitas internasional mulai memberikan perhatian yang lebih terhadap aksi protes besar-besaran yang terjadi di Thailand selama kurang lebih empat bulan terakhir.

Kelompok hak asasi manusia internasional, Clooney Foundation for Justice, pada Rabu (25/11) mengkritik pemerintah Thailand karena berupaya menghukum mereka yang menghina monarki.

"Tidak ada yang boleh ditangkap atau dipenjara hanya karena mengkritik pejabat publik atau sistem pemerintahan," kata pengacara HAM, Amal Clooney, seperti dikutip Reuters. '


Sumber polisi mengungkap, sebanyak 15 pemimpin protes telah ditangkap dan didakwa dengan lese majeste dalam aksi demo pada September dan Oktober, di mana mereka mengkritik perilaku, gaya hidup, dan pengeluaran kerajaan.

Federasi Internasional untuk HAM yang berbasis di Paris mengatakan, hukum lese majeste tidak boleh digunakan untuk mengkriminalisasi para pemimpin dan peserta protes pro-demokrasi.

Menanggapi pernyataan tersebut, pemerintah mengatakan kebebasan berekspresi tetap harus dilakukan dengan berhati-hati.

"Pemerintah berpikiran terbuka terhadap hak dan kebebasan meskipun banyak pendapat tidak hati-hati yang menyinggung mayoritas. Pemerintah harus menggunakan kewenangan resminya," ujar jurubicara pemerintah Rachada Dhnadirek.

Sejak Juli, Thailand dilanda gelombang protes di mana puluhan ribu pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, reformasi monarki, hingga amandemen konstitusi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya