Berita

Majelis Ulama Indonesia (MUI)/Net

Publika

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 12:57 WIB

Hari ini sampai lusa, rabu-jumat, tanggal 25-27 Nopember MUI menyelenggarakan Munas ke X. Dalam Munas ini MUI akan memilih seorang ketua baru.

Saat ini, pimpinan MUI sangat strategis. Dua hal yang membuat kepemimpinan MUI kedepan sangat strategis. Pertama, dipinangnya K.H. Maruf Amin, ketua MUI periode 2015-2020 jadi cawapres Presiden Jokowi. Dalam pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf terpilih. Dan K.H. Maruf Amin secara definitif dilantik jadi wapres.

Kedua, MUI belakangan ini mampu tampil elegan dan memaksimalkan perannya mewakili suara umat, terutama terkait kebijakan-kebijakan publik. Tidak saja amal Ma'ruf, tapi juga tegas dalam memerankan fungsi "nahi munkar"-nya.


Dua posisi ini membuat MUI strategis, karena akan diperhitungkan perannya tidak saja oleh umat Islam, tetapi juga rakyat Indonesia secara umum. Tidak saja secara politik, tetapi juga secara moral.

Meski demikian, MUI memiliki mekanisme tersendiri, yang berbeda dari umumnya organisasi, dalam memilih calon seorang pemimpin. Dalam konteks pemilihan ketua,
MUI memiliki sistem formatur. Ada belasan ulama yang manjadi anggota formatur, diantaranya Ketua dan Sekjen MUI yang lama, perwakilan ormas seperti NU dan Muhammadiyah, serta yang lain-lain.

MUI adalah organisasi yang anggotanya adalah para ulama, zuama dan cendekiawan muslim. Maka, otomatis kandidat yang akan dicalonkan adalah mereka yang tergolong ulama, zuama atau cendekiawan muslim.

Kandidat yang muncul dan santer dibicarakan publik dalam Munas MUI kali ini diantaranya adalah K. H. Miftahul Ahyar, Rais Suriah PBNU. Tokoh yang satu ini dikenal alim (tafaqquh fiddin), bersahaja dan sederhana. Meski baru setahun menggantikan posisi K.H. Ma'ruf Amin di NU, K.H. Miftahul Ahyar sudah mulai dikenal dan tak asing bagi masyarakat. Sang Kiai juga mewakili NU, organisasi terbesar di Indonesia.

Selain K.H.Miftahul Ahyar, muncul nama Buya Dr. Anwar Abbas, Sekjen MUI saat ini. Buya Dr. Anwar Abbas akhir-akhir ini sering muncul namanya di media. Sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan persoalan-persoalan sosial telah ikut mengangkat nama baik dan menjaga marwah MUI.

Di luar kedua tokoh tersebut, ada nama K.H. Buchori Abdusdomad, Ketua MUI Jawa Timur. Munculnya K.H.Abdussomad seolah mewakili suara umat Islam dari daerah.

Siapa diantara ketiga tokoh ini yang akan terpilih menjadi ketua MUI kedepan? Tim formatur yang akan mencermati, menela'ah dan menggodok secara serius siapa diantara mereka yang akhirnya diberi amanah untuk memimpin MUI lima tahun kedepan.

Tak menutup kemungkinan juga akan muncul tokoh diluar tiga nama tersebut. Dalam hal ini, ormas dan umat menyerahkan sepenuhnya kepada anggota formatur untuk memilih mana yang terbaik menurut mereka.

Di tangan mereka, pemilihan ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Atas dasar inilah, "ultimate trust" umat kepada para formatur tersebut dipasrahkan.

Di tengah situasi politik yang relatif gaduh seperti sekarang ini, umat hanya berharap pertama, pemilihan ketua MUI dilakukan dengan proses yang elegan, terhormat, bermartabat, dan tanpa intervensi dari pihak manapun. Keikhlasan, kejujuran dan kearifan harus menjadi pondasi dalam suksesi MUI kali ini.

Kedua, yang terpilih adalah ulama yang kedepan diharapkan mampu menjaga marwah dan independensi MUI, serta mampu membawa  MUI semakin besar peran dan manfaatnya untuk umat dan bangsa.

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya