Berita

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran/RMOL

Politik

Pangdam Jaya Akan Ambil Tindakan Tegas Jika Ada Yang Nekat Gelar Reuni 212

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 17:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana Reuni Akbar 212 pada Desember 2020 dipastikan bakal sulit dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Bahkan, Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurahman, akan menindak tegas bila Reuni 212 yang biasa dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas) diadakan pada tahun ini.

Menurutnya, ketegasan tersebut sudah sesuai dengan Pergub Nomor 88 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam menangani Covid-19 di Jakarta.


"Sudah ada surat pernyataan FPI dan bahkan imbauan dari gubernur bahwa tidak boleh melaksanakan reuni 212 karena itu melanggar Pergub Nomor 88 tahun 2020," jelas Dudung di Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (23/11).

"Dan FPI sendiri sudah menyanggupi membuat surat pernyataan tidak akan melakukan Reuni 212," lanjutnya, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Tak cuma itu, bila acara Reuni Akbar tetap diadakan, Dudung tidak segan-segan menindak tegas.

"Kalau masih melakukan, ke depannya sudah surat pernyataan kemudian dia langgar enggak ada cerita, saya dengan polisi bertindak tegas. Enggak ada orang semaunya di sini, seperti dia paling bener sendiri," tegas Dudung.

Senada dengan Pangdam, Pemprov DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas juga menolak permohonan izin penggunaan Monas yang diajukan Persaudaraan Alumni 212 untuk menyelenggarakan acara reuni akbar.

Penolakan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 4801/-1.853.37 tanggal 13 November 2020 yang ditujukan kepada Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212.

“Bahwa sejak 14 Maret 2020, Monumen Nasional ditutup untuk umum dan tidak ada kegiatan publik apapun yang dilangsungkan di kawasan Monumen Nasional,” tulis Kepala Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional, Muhammad Isa dalam surat jawaban untuk PA 212 yang diterima redaksi, Selasa (17/11).

Isa melanjutkan, penutupan Monas lantaran saat ini kondisi pandemi yang masih melanda Jakarta. Sehingga, peniadaan kegiatan di Monas sebagai upaya Pemprov DKI untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat.

“Penutupan Monas dan peniadaan semua kegiatan publik apapun sebagai bagian dari usaha Pemprov DKI untuk mencegah penularan di masa wabah Covid-19. Saat ini dan selama wabah itu ada di Jakarta maka Monas tetap ditutup untuk kegiatan publik apapun,” papar Isa.

“Sesuai arahan Gubernur Jakarta masih dalam kondisi wabah dan guna mengendalikan penyebaran Covid-19, sehingga kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dan membuat kerumunan dilarang,” tutupnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya