Berita

Ilustrasi protokol kesehatan Covid-19/Net

Kesehatan

Muhammadiyah Minta Satgas Covid-19 Galakkan Sosilisasi Protokol Kejadian, Tidak Hanya Protokol Kesehatan

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 diminta Muhammadiyah untuk menggalakkan sosilisasi protokol kejadian, dan bukan hanya protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Satgas Covid-19 PP Muhammadiyah, Arif Nur Kholis, dalam rapat virtual bersama Satgas Penanganan Covid-19, hari Minggu malam (22/11).

"Sebab di banyak tempat, saat terjadi kasus semua menjadi gagap. Banyak di antara warga masyarakat yang belum tahu bagaimana protokol menangani warga sekitar yang terinfeksi Covid-19," ujar Arif dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/11).


Terkait dengan kepatuhan prokes, Satgas Covid-19 PP Muhammadiyah melihat grafik perubahan perilaku masyarakat yang disiplin menerapkan prokes masih naik-turun.

Untuk itu, Arif juga meminta pemerintah menggencarkan kampanye perubahan perilaku melalui berbagai tema. Karena menurutnya, kampanye perubahan perilaku bukan tanpa hambatan.

"Hal yang sangat disesalkan adalah perilaku elite yang ada kalanya justru menurunkan persepsi masyarakat terhadap tingkat kepatuhan menjalankan protokol kesehatan," katanya.

"Saat semua elemen masyarakat bekerja keras mengubah perilaku masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, sementara ada elite masyarakat lain yang justru abai, bahkan terkesan menabrak," sambung Arif.

Oleh karena itu, PP Muhamadiyah mengharapkan kepatuhan dari seluruh masyarakat dari segala tingkatan. Karena, semakin tinggi angka tingkat kepatuhan prokes, maka tidak diperlukan pendekatan dengan cara-cara keras dan tegas.

"Angka penambahan korban corona terus betambah dari hari ke hari. Poin penting adalah perubahan perilaku," pungkas Arif.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya