Berita

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Mendikbud Izinkan Belajar Tatap Muka, Mardani: Jangan Sampai Pemerintah Dianggap Lepas Tangan

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem memutuskan untuk mengizinkan pembelajaran tatap muka bagi siswa mulai Januari 2021.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengingatkan, jangan sampai apa yang diputuskan Nadiem tersebut malah membuat pemerintah seperti lepas tanggung jawab.

Pasalnya, kata Mardani, pendidikan tatap muka akan sangat berisiko seiring pandemi Covid-19 yang belum berlalu. Dan lagi, mekanisme pembelajaran tatao muka itu diserahkan kepada pemerintah daerah.


"Jangan sampai pemerintah pusat dianggap lepas tanggung jawab karena menyerahkan begitu saja kepada Pemda," ujar Mardani kepada wartawan, Senin (23/11).

Penerapan pendidikan tatap muka, bagi Mardani, harus betul-betul dipertimbangkan. Terutama soal penerapan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan Covid-19.

"Contoh tantangan yang akan dihadapi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Sekolah Luar Biasa (SLB). Jika pembelajaran tatap muka dilakukan, menerapkan protokol kesehatan akan jauh lebih berat karena mereka bermain secara bergerombol dan sulit menjaga jarak," jelasnya.

Masih kata Mardani, keputusan Nadiem juga tidak diiringi dengan pemetaan daerah maupun sekolah yang dapat dikategorikan siap atau belum siap memulai pendidikan tatap muka.

"Jadi, sebaiknya ditunda jika sekolah belum bisa memenuhi infrastruktur maupun SOPnya," pungkas anggota DPR RI ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya