Berita

Wamendag RI Jerry Sambuaga/Net

Nusantara

Apresiasi Dukungan UPH, Jerry Sambuaga: Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Maju

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 11:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) Jonathan L. Parapam mewakili seluruh civitas akademika UPH bangga dengan Jerry Sambuaga yang menjadi Wakil Menteri Perdagangan. Kebanggaan itu dikemukakan saat Rektor membuka webinar "Mengabdi Pada Negeri" akhir pekan lalu.

"UPH bangga kepada Pak Jerry Sambuaga yang diberikan amanah sebagai Wamendag. Beliau adalah civitas akademika pertama dan satu-satunya untuk saat ini yang ditunjuk sebagai anggota kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi," kata Rektor, Senin (23/11).

Jerry sendiri adalah salah satu dosen UPH. Dia mengajar di Departemen Hubungan Internasional. Menurut Rektor, kiprah Jerry menginspirasi dan memberi motivasi kepada seluruh pengajar dan mahasiswa untuk berbuat terbaik mengabdi kepada negeri sesuai dengan tajuk webinar.


Dia berharap kontribusi UPH melalui Jerry Sambuaga bisa ditingkatkan di masa depan dengan munculnya tokoh-tokoh baru dari UPH di bidang pemerintahan, politik, sosial dan ekonomi.

Apresiasi civitas akademika UPH ditanggapi positif oleh Jerry. Menurutnya, setiap orang dan apapun latar belakang atau asal organisasinya bisa berhasil jika berusaha keras, optimis dan pantang menyerah. Dengan sistem dan fasilitas pendidikan terbaik, UPH bisa terus menghasilkan alumni-alumni yang kompetitif dan unggul. Oleh karena itu dia yakin UPH bisa berkontribusi jauh lebih baik di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Jerry Sambuaga menegaskan bahwa tugas khusus yang diberikan Presiden Joko Widodo kepadanya sebagai Wamendag adalah untuk mempercepat keberhasilan perundingan perdagangan internasional.

"Itu tugas khusus yang langsung diberikan kepada Presiden kepada saya. Saya diberi tanggung jawab untuk mempercepat terselesaikannya perjanjian dagang internasional mulai dari PTA, FTA hingga CEPA termasuk GSP yang berhasil ditandatangani kemarin," kata alumnus Columbia University dan doktor ilmu politik termuda UI itu.

Menurut Jerry, perjanjian internasional adalah instrumen penting untuk memperluas dan meningkatkan ekspor. Dengan perjanjian dagang baik bilateral maupun multilateral, pelaku ekonomi Indonesia bisa mengekspor dengan potongan bea masuk bahkan bisa nol persen.

"Jadi outcome pertama dari perjanjian internasional adalah peningkatan ekspor. Kalau pasar di luar negeri terbuka dengan tarif yang kecil atau bahkan nol persen, tentu harga barang dan jasa dari Indonesia di pasar negara tujuan akan menjadi lebih murah sehingga punya daya saing yang lebih tinggi," tambahnya.

Jerry mengatakan setahun ini sudah banyak keberhasilan yang dicapai Kemendag bersama kementerian dan lembaga lainnya dalam perjanjian internasional, antara lain IJ-EPA, IK-CEPA, AHKFTA, GSP, IA-CEPA dan RCEP. Saat ini, Kemendag bersama K/L lain sedang mengebut EU-CEPA yang ditargetkan untuk segera diselesaikan.

"Baru-baru ini kita berhasil menyelesaikan RCEP, yaitu perjanjian dagang terbesar di dunia yang mencakup 29 persen populasi dan PDB Dunia. RCEP diinisiasi oleh Indonesia dan diselesaikan pada era Presiden Jokowi. Ini prestasi yang luar biasa dan harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pelaku usaha, termasuk mahasiswa dan civitas academika lainnya," ucapnya.

Dia mengingatkan bahwa perjanjian dagang bukan hanya menyangkut produk barang yang bisa dengan mudah diekspor dengan tarif yang murah. Hal yang sama juga terjadi pada perdagangan jasa. Dia menekankan bahwa yang disebut jasa sangat luas, termasuk jasa dalam hal-hal yang berkaitan dengan teknologi informasi dan digital.

"Saya melihat di banyak daerah banyak milenial dan mahasiswa yang sudah menghasilkan jasa pembuatan aplikasi, pembuatan asset game atau film, pembuatan game online dan sebagainya. Itu juga bisa mendapat manfaat dari perjanjian internasional," papar Wamen penyuka batik itu.

Ke depan, Wamendag selain akan terus mengawal perundingan dagang internasional juga akan meningkatkan kerja sama antar stake holders untuk memanfaatkan keberhasilan perundingan tersebut. Salah satu stake holder yang mendapat perhatian khusus adalah generasi muda. Ia menyebut generasi muda Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pemain regional bahkan global. Karena itu komunikasi dan sinergi intensif dengan kementerian dan sektor swasta sangat penting agar dicapai keberhasilan bersama.

"Saya merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan ekspor, termasuk pada generasi muda. Salah satu yang menarik adalah ekspor game online. Juga kemarin saya berkunjung ke pusat pembuatan film dunia di Batam yang digerakkan oleh anak-anak muda. Tidak ada lagi alasan untuk tidak maju, apalagi minder dengan hal-hal yang datang dari luar negeri. Kita semua bisa menjadi pemain global jika kita berusaha, optimis dan bekerja keras," demikian Jerry Sambuaga.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya