Berita

Ian Jones/Net

Dunia

Sembuh Dari Malaria Dan Covid-19, Aktivis Inggris Juga Berhasil Selamat Dari Gigitan Ular Kobra Di India

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 15:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sosok pejuang tangguh ada dalam diri seorang aktivis asal Inggris yang bertugas di India bernama Ian Jones.

Jones yang seorang pekerja amal dilaporkan pulih dari gigitan ular kobra berbisa di distrik pedesaan Jodhpur, negara bagian Rajasthan, India bagian barat.

Dimuat Gulf Today pada Minggu (22/11), Jones digigit ular pada pekan lalu, di mana sebelumnya ia juga sempat terinfeksi Covid-19.


"Saat bersama kami, dia dalam keadaan sadar dan memiliki gejala gigitan ular, termasuk penglihatan kabur dan kesulitan berjalan, tetapi ini umumnya gejala sementara," ujar seorang dokter di Rumah Sakit Medipulse, Abhishek Tater pada Sabtu (21/11).

Menurut Tater, tidak ada efek jangka panjang yang akan dirasakan oleh Jones. Tetapi jika belum membaik, ia akan dirawat dalam beberapa hari ke depan.

Tater juga menyebut gigitan ular memang kerap terjadi di wilayah yang Jones tinggali.

Sementara itu, putra Jones, Seb Jones, mengatakan bahwa ayahnya juga pernah menderita malaria dan demam berdarah sebelum terinfeksi Covid-19 dan terkena gigitan ular.

"Ayah adalah seorang pejuang. Selama di India, dia sudah menderita malaria dan demam berdarah, sebelum Covid-19," kata Seb, dalam sebuah pernyataan di situs GoFundMe.

Saat ini, keluarga Jones berusaha untuk menggalang dana agar ia dapat membayar tagihan medis dan kembali ke keluarganya yang berada di Pulau Wight, Inggris selatan.

Jones juga sudah diberhentikan dari pekerjaannya di India pada awal pekan lalu.

"Dia tidak dapat melakukan perjalanan pulang karena pandemi dan sebagai keluarga kami memahami keinginannya untuk terus mendukung banyak orang yang bergantung padanya," lanjut Seb.

Jones bekerja dengan pengrajin tradisional di Rajasthan melalui usaha sosial yang didukung amal, Sabirian. Ia membantu mengimpor barang-barang mereka ke Inggris agar mereka keluar dari kemiskinan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya