Berita

Enam guru yang dipulangkan paksa ke Turki/Net

Dunia

PBB Desak Turki Bebaskan Enam Guru Yang Ditahan Paksa Terkait Dengan Ulama Fethullah Gulen

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 13:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam penangkapan paksa dan penahanan enam orang guru Turki di Kosovo pada 29 Maret 2018.

Working Group on Arbitrary Detention (WGAD) dari PBB mengatakan, penangkapan tersebut sewenang-wenang dan melanggar norma hak asasi manusia internasional.

Dimuat Turkish Minute, enam guru tersebut adalah Kahraman Demirez, Mustafa Erdem, Hasan Hüseyin Günakan, Yusuf Karabina, Osman Karakaya dan Cihan Özkan.


Mereka ditangkap oleh Kosovar dan agen negara Turki karena diduga terkait dengan Ulama Fethullah Gulen.

WGAD menuturkan, mereka ditangkap di Kosovo dan dipulangkan ke Turki untuk menghadapi peradilan pemerintah.

Dalam pernyataan yang dikutip SCF pada Minggu (22/11), WGAD kemudian mendesak Turki untuk membebaskan mereka.

"Dalam konteks pandemi Covid-19 saat ini dan ancaman yang ditimbulkan di tempat-tempat penahanan, WGAD menyerukan pemerintah Turki untuk mengambil tindakan segera untuk memastikan pembebasan enam orang tersebut segera," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sejak Desember 2013 atau setelah investigasi korupsi yang melibatkan dirinya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mulai menargetkan kelompok Gulen.

Pengawasan Erdogan semakin meningkat saat terjadi kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016. Erdogan menuding Gulen menjadi dalang di balik kudeta yang ditentang oleh oleh ulama tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya