Berita

China ingin Australia hilangkan mentalitas perang dingin/Net

Dunia

China: Jika Ingin Bertemu, Australia Harus Hilangkan Mentalitas Perang Dingin

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China tidak akan menanggapi Australia, termasuk panggilan telepon yang masuk, jika Canberra belum melepaskan mentalitas perang dingin terhadap Beijing.

Seorang pejabat di kedutaan China yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Australia harus berhenti menganggap Beijing sebagai ancaman strategis jika ingin melakukan negosiasi.

"Tentu saja bisa dibilang butuh dua orang untuk menari tango. Tapi di sini, Anda lihat, masalahnya semua disebabkan oleh pihak Australia," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Sputnik, Minggu (22/11).


"Menurut kami, mentalitas perang dingin harus dibuang agar China dapat dilihat sebagai peluang dan bukan ancaman. Jika tidak, seluruh lintasan akan tergelincir," tambahnya.

Hubungan antara China dan Australia telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, dimulai dengan pemblokiran Huawei pada 2018.

Ketegangan antara keduanya meningkat setelah Canberra menyerukan diadakannya penyelidikan internasional atas wabah virus corona yang diyakini berasal dari China.

Tersinggung, China kemudian memberlakukan tarif impor kepada Australia dan memboikot sejumlah produk utamanya.

Pemerintah Australia kemudian berulang kali berupaya melakukan negosiasi yang ditolak oleh China.

Saat berbicara di acara Business Council of Australia, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, meskipun pemerintahnya bersedia menjaga hubungan baik, China tidak siap untuk pertemuan kecuali Australia berkompromi dengan nilai-nilai tertentu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya