Berita

Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Pangdam Jaya Urusi Baliho Habib Rizieq, Bukti Pengelolaan Negara Semrawut

SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 19:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sikap Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang memerintahkan anak buahnya mencopot baliho Habib Rizieq Shihab dinilai telah mendegradasi institusi TNI.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/11).

Menurut Dedi, pernyataan Pangdam Jaya yang mengatakan perlunya pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) merupkan bukti adanya kesemrawutan tata kelola negara.


"Pangdam (Mayjen Dudung) tidak perlu urus ormas, bahkan sampai mewacanakan pembubaran ormas (FPI). Kalau seperti itu mendegradasi TNI," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/11).

Lebih lanjut dalam analisa Dedi, dengan apa yang dinyatakan Pangdam di depan awak media beberapa hari lalu justru yang muncul adalah TNI seoalh-olah berhadapan dengan sipil.

Dedi meminta Mayjen Dudung Abdurachman agar lebih bijak membawa institusi TNI seperti yang selama ini citranya dekat dengan masyarakat.

Ia menyayangkan jika Pangdam Jaya bertindak seakan-akan kontra dengan elemen sipil seperti FPI.

"Mending Pangdam melakukan gerakan kultural dengan melakukan pertemuan dengan Habib Rizieq. Dalam konteks konsolidasi kebangsaan, itu yang menyelesaikan masalah," pungkas Dedi.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya