Berita

Maruli Simanjuntak dan Agus Subiyanto/Net

Publika

Menantu Luhut Jadi Pangdam Udayana, Danrem Bogor Jadi Komandan Paspampres

SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 07:54 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Selalu ada cerita unik di balik penunjukan sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Dan Paspampres) di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Saat Jokowi terpilih menjadi Presiden di tahun 2014, ia memilih Kadispenad TNI Angkatan Darat Brogjen TNI Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres.

Andika adalah menantu AM Hendropriyono.


Pilihan Jokowi itu dianggap tidak lazim karena Andika belum pernah bertugas di Paspampres sepanjang kariernya. Walau memang, Andika disadarkan di Kopassus sepanjang kariernya di TNI.

Tapi Jokowi merasa ada chemistry antara dirinya dan Andika.

Jokowi merasa ia dapat bekerjasama dengan nyaman dengan Andika sebagai Komandan Paspampres.

Ketidaklaziman pada cara Jokowi memilih ring satunya di awal terpilih menjadi Presiden, tak cuma saat memilih Andika sebagai Komandan Paspampres.

Jokowi juga memilih Komandan Grup A Paspampres, yang tak pernah bertugas di jajaran Paspampres sepanjang kariernya di TNI yaitu Kolonel Maruli Simanjuntak.

Maruli adalah menantu dari Luhut Binsar Panjaitan.

Lagi-lagi, Jokowi mengedepankan chemistry dan rasa nyaman dalam dirinya setiap kali ia menentukan pilihan terhadap siapa siapa orang yang dipercayanya mengemban posisi-posisi strategis, terutama yang bertugas di ring satunya.

Ada peristiwa unik setelah Maruli Simanjuntak tak lagi bertugas sebagai Komandan Grup A Paspampres.

Maruli bertugas sebagai Danrem Surakarta.

Pada suatu hari, Jokowi pulang kampung ke Solo.

Maruli tahu Presiden Jokowi sedang berada di Solo. Tapi Maruli tahu diri, sehingga ia tidak datang menemui Jokowi.

Bukan karena mentang-mentang ia pernah bertugas jadi Komandan Grup A Paspampres, maka ia bisa sok akrab kepada Presiden.

Ketika Maruli memutuskan untuk tidak menemui Presiden yang sedang pulang kampung ke Solo, tiba-tiba Jokowi justru memerintahkan Paspampres untuk memanggil Maruli agar datang menemui Presiden.

Datanglah Maruli menemui Presiden.

Dalam pertemuan itu, nasihat Jokowi hanya singkat dan sederhana sekali.

"Kamu tugas yang bener di sini. Jangan bikin malu saya," kata Jokowi kepada Maruli.

Di kemudian harinya, Maruli yang menjadi Komandan Paspampres.

Dan di bulan November ini, Maruli genap dua tahun menjadi Komandan Paspampres.

Kini Maruli mendapat promosi jabatan menjadi Pangdam Udayana.

Dan sebagai pengganti Maruli, Presiden Jokowi memilih Mayjen TNI Agus Subiyanto untuk menjadi Komandan Paspampres yang baru.

Di tahun 2009, Agus pernah bertugas sebagai Danrem Surakarta.

Dan sebelum ia ditunjuk menjadi Komandan Paspampres, Agus adalah Danrem Surya Kencana Bogor yang salah satu tugasnya adalah ikut mengamankan Presiden dalam melaksanakan aktivitasnya di Istana Bogor.

Sekarang, Agus yang akan menjadi Komandan Paspampres yang baru.

Chemistry atau faktor kedekatan memang menjadi faktor terpenting bagi Jokowi dalam memilih pengawal dan pembantu-pembantunya.

Kepada siapa ia bisa memberikan kepercayaannya, Jokowi sangat tahu dan benar-benar mengedepankan suara hatinya.

Jadi Jokowi tak perlu didikte dan jangan dipaksa untuk harus mau memilih si A, si B atau si C menjadi pejabat apapun di negara ini.

Sebab, siapa yang memang dapat dipercaya, siapa yang dapat diandalkan dan siapa yang dapat mengemban tugas-tugas negara dengan rasa tanggung-jawab bagi suksesnya program-program pemerintah untuk kepentingan rakyat Indonesia, Jokowi lebih tahu dan sudah tahu tentang itu.

Selamat untuk Mayjen TNI Maruli Simanjuntak untuk tugas barunya sebagai Pangdam Udayana.

Dan selamat untuk Mayjen TNI Agus Subiyanto untuk tugas barunya sebagai Komandan Paspampres.

Selamat bertugas menjadi perisai diri Kepala Negara.

Salam setia waspada untuk pimpinan dan seluruh prajurit yang bertugas di Markas Tanah Abang II.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya