Berita

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi/Net

Dunia

Harapan China Kepada Pemerintahan Joe Biden: Agar Kebijakan AS Lebih Objektif Dan Rasional

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 13:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China berharap agar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden, nanti akan mengubah kebijakan Washington terhadap Beijing.

Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan, China berharap agar kebijakan AS pada kepemimpinan Biden dapat lebih objektif dan rasional, dibandingkan era Presiden Donald Trump.

"Alasan utama dari tantangan serius hubungan China dan AS (selama pemerintahan Trump) adalah beberapa politisi AS memandang hubungan tersebut dalam mentalitas zero-sum game dan gagasan era Perang Dingin," kata Wang, seperti dikutip Sputnik, Kamis (19/11).


"Mereka tidak mau mengakui dan menghormati hak China melakukan pembangunan," tambah dia.

Wang menyebut, pendekatan tersebut tidak sesuai dengan norma hubungan internasional dan aturan persaingan pasar yang sehat.

"Kami berharap AS akan kembali ke rasionalitas, memperlakukan pembangunan China dan negara-negara lain secara objektif dan adil," harap dia.

Washington dan Beijing sendiri telah berselisih sejak 2017, di mana China dianggap sebagai ancaman utama AS di dunia.

Setahun setelahnya, Trump memberlakukan kenaikan tarif bea masuk atas produk impor China untuk menyeimbangkan defisit perdagangan. Langkah tersebut kemudian dibalas China yang memicu perang dagang di antara keduanya.

Tidak selesai pada perang dagang, AS dan China juga berselisih mengenai berbagai isu, termasuk demonstrasi Hong Kong, isu hak asasi manusia di Xinjiang, hingga konflik Laut China Selatan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya