Berita

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha/Net

Dunia

Kendalikan Pengunjuk Rasa, PM Thailand Beri Peringatan: Semua Tindakan Hukum Akan Diambil

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 13:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha memberikan peringatan kepada pengunjuk rasa. Ia menyebut akan menggunakan semua undang-undang untuk menangani aksi unjuk rasa.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (19/11), Prayut mengatakan pemberlakuan hukum untuk menangani unjuk rasa diperlukan karena situasi yang terus berujung pada kekerasan.

"Situasi tidak membaik karena ada risiko eskalasi ke lebih banyak kekerasan. Jika tidak ditangani, hal itu bisa merusak negara dan monarki (kita yang) tercinta)," kata Prayut seperti dikutip Reuters.


"Pemerintah akan meningkatkan tindakannya dan menggunakan semua hukum, pasal, untuk mengambil langkah terhadap pengunjuk rasa yang melanggar hukum," lanjut dia.

Belum diketahui apakah hukum yang dimaksud juga termasuk Pasal 112 yang berisi larangan menghina monarki.

Tetapi pada awal tahun ini, Prayut mengatakan pasal itu tidak akan digunakan atas permintaan Raja Maha Vajiralongkorn.

Peringatan dari Prayut sendiri muncul sehari setelah ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi lempar cat ke markas polisi Thailand.

Aksi tersebut disebut sebagai balasan karena polisi menggunakan meriam dan gas air kepada pengunjuk rasa yang melukai puluhan orang pada Selasa (17/11).

Aksi unjuk rasa di Thailand telah berlangsung selama berbulan-bulan untuk menuntut pengunduran diri Prayut, amandemen konstitusi, dan reformasi monarki.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya