Berita

Boeing 737 MAX/Net

Dunia

Larangan Terbang Dicabut FAA, Boeing 737 MAX Siap Kembali Mengembara

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 10:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah 20 bulan dikandangkan, Boeing 737 MAX akan kembali melanglang buana.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) akhirnya mencabut larangan terbang 737 MAX setelah meningkatkan sistem keamanannya.

Perintah pencabutan larangan terbang 737 MAX ditandatangani oleh Kepala FAA, Steve Dickson pada Rabu (18/11), seperti dimuat Reuters.


Dalam perintah tersebut juga dirilis rincian akhir mengenai sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh Boeing sebelum mengangkut penumpang.

"Pesawat ini adalah pesawat yang paling diteliti dalam sejarah penerbangan. Perubahan desain yang diterapkan sepenuhnya menghilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan yang mirip dengan dua kecelakaan (sebelumnya)," kata Dickson.

Sebelum dikandangkan, 737 MAX mengalami kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang hanya dalam kurun waktu lima bulan.

Kecelakaan tersebut langsung merobohkan tingkat kepercayaan terhadap Boeing hingga akhirnya investigasi besar-besaran dilakukan.

Meskipun larangan terbang telah dicabut, sejumlah regulator penerbangan di beberapa negara mengatakan akan melakukan peninjauan mandiri untuk memastikan apakah 737 MAX dapat masuk layanan kembali.

Di sisi lain, keluarga korban kecelakaan mengaku kecewa dengan keputusan untuk mencabut larangan terbang 737 MAX yang telah menewaskan kerabat mereka.

Boeing 737 MAX merupakan pesawat terlaris. Jet itu berupaya untuk menyaingi Airbus A320neo yang banyak mendominasi armada global.

American Airlines mengumumkan akan memasukan kembali 737 MAX ke layanan pada 29 Desember, diikuti oleh United Airlines pada kuartal pertama 2021 dan Southwest Airlines pada kuartal keduanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya