Berita

Pasukan Amerika Serikat/Net

Dunia

Rusia Ragukan Trump, AS Tak Mungkin Tarik Pasukan Dari Afganistan

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 17:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia meragukan komitmen Presiden Donald Trump untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afganistan.

Perwakilan khusus presiden Rusia untuk Afganistan, Zamir Kabulov mengatakan, tidak mungkin mengubah situasi di Afganistan secara signifikan.

Selain itu, ia juga menyebut Trump terlalu banyak berbicara terkait dengan penarikan pasukan AS di Afganistan. Pasalnya, pada awalnya Trump berjanji untuk menarik semua pasukan AS, tetapi akhirnya hanya sebagian.


"(Rencana) ini disajikan secara mising. Trump benar-benar akan menarik pasukan keluar, tetapi tidak semuanya terlepas dari pernyataan sebelumnya, 2.500 prajurit akan tersisa," kata Kabulov pada Rabu (18/11), seperti dikutip Sputnik.

"Dan, katakanlah, orang-orang di Kabul tetap berharap (Joe) Biden akan dapat membatalkan semuanya setelah menjabat," sambung dia.

Kabulov juga mengaku skeptis terhadap klaim NATO yang menyebut penarikan pasukan AS hanya akan merusak keamanan di Afganistan. Alih-alih, ia menuturkan, situasi di Afganistan terjadi karena kehadiran mereka.

"Seseorang harus bertanya kepada (Sekretaris Jenderal NATO Jens) Stoltenberg, apakah kehadiran NATO memperbaiki situasi? Semua terjadi karena mereka, jadi mereka sebaiknya menyalakan senter pada diri mereka sendiri," jelas dia.

Pada Oktober, Trump mengatakan semua pasukan AS di negara lain harus kembali sebelum Natal tahun ini. Tetapi baru-baru ini AS mengumumkan hanya akan menarik sebagian pasukannya, dari 4.500 menjadi 2.500 yang tersisa di Afganistan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya