Berita

Para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar gedung parlemen/Net

Dunia

Mulai Penuhi Tuntutan Pengunjuk Rasa, Parlemen Thailand Bahas Amandemen Konstitusi

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 14:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Parlemen Thailand akhirnya mempertimbangkan proposal untuk mengamandemen konstitusi, sebuah tuntutan dari pengunjuk rasa yang selama beberapa bulan terakhir melakukan aksi protes.

Sebanyak tujuh rancangan amandemen konstitusi dijadwalkan dibahas dalam sesi gabungan DPR dan Senat selama dua hari yang dimulai pada Selasa (17/11).

Dimuat AP, untuk mengamandemen konstitusi, dua badan tersebut harus melakukan pemungutan suara. Semua draft lolos pun harus melalui tahap pembacaan kedua dan ketiga, setidaknya sebulan setelah pemungutan suara pada pekan ini.


Sejak menghapus monarki absolut pada 1932, Thailand memiliki 20 konstitusi yang mendukung monarki konstitusional.

Tetapi para pengunjuk rasa sendiri berupaya untuk membatalkan Konstitusi 2017 yang memberikan kekuatan ekstra pada pemerintah.

Parlemen sendiri kemungkinan besar akan membentuk komite perancang konstitusi untuk membuat piagam baru yang memungkinkan pemerintah untuk berkomitmen bersedia memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa.

Di tengah pertemuan untuk membahas amandemen konstitusi, para pengunjuk rasa berkumpul di gedung parlemen.

Sejak berbulan-bulan melakukan aksi protes, puluhan ribu pengunjuk rasa di Thailand yang didominasi oleh mahasiswa memberikan sejumlah tuntutan. Termasuk pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, amandemen konstitusi, dan reformasi monarki.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya