Berita

Perjanjian RCEP ditantangani oleh 15 negara pada penutupan KTT ASEAN ke-37 pada Minggu, 15 November 2020/Net

Bisnis

Delapan Tahun Negosiasi Panjang, Akhirnya RCEP Ditandatangani Hari Ini

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 | 12:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sepuluh negara ASEAN dan lima negara mitranya menandatangani kesepakatan dagang terbesar di dunia, yaitu Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada hari ini, Minggu (15/11).

Setelah delapan tahun melakukan negosiasi, RCEP pada akhirnya ditandatangani oleh para pemimpin negara dari 10 anggota ASEAN bersama dengan China, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Australia.

RCEP menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia karena membentuk hampir sepertiga dari populasi dunia, menyumbang 29 persen dari produk domestik bruto global.


"Setelah delapan tahun bernegosiasi dengan darah, keringat dan air mata, kami akhirnya sampai pada saat di mana kami akan menyegel Perjanjian RCEP Minggu ini," kata Menteri Perdagangan Malaysia Mohamed Azmin Ali menjelang KTT.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong, yang memimpin delegasi Singapura, pada Minggu memuji penandatanganan RCEP sebagai "tonggak utama" dan mengucapkan selamat kepada 15 negara peserta.

"Kita telah mencapai tonggak penting dalam penandatanganan perjanjian ini hari ini. Kami membutuhkan delapan tahun, 46 pertemuan negosiasi dan 19 pertemuan menteri untuk sampai ke sini," ujarnya.

Ke-15 negara RCEP menyetujui persyaratan kesepakatan tahun lalu, menyiapkan jalur untuk menandatangani kesepakatan pada KTT ASEAN ke-37 yang digelar secara virtual.

India menarik diri dari pembicaraan tahun lalu, khawatir penghapusan tarif akan membuka pasarnya terhadap banjir impor yang dapat merugikan produsen lokal.

Meski begitu, negara anggota lainnya mengatakan masih terbuka untuk keterlibatan India.

Setelah penandatanganan, semua negara harus meratifikasi RCEP dalam dua tahun sebelum efektif.

KTT ASEAN ke-37 digelar selama empat hari mencakup pertemuan antara para pemimpin Asia Tenggara dan para mitra dari China, Jepang dan Korea Selatan di KTT ASEAN Plus Three, serta KTT Asia Timur dan KTT RCEP.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya