Berita

Habib Rizieq Shihab/Net

Politik

Edy Mulyadi: Habib Rizieq Cerminan Pemimpin Yang Tidak Memperdulikan Nasibnya Sendiri

SABTU, 14 NOVEMBER 2020 | 17:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menegaskan siap berdialog hingga rekonsiliasi dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hanya saja, dia mengajukan syarat dengan meminta pemerintah harus membebaskan tahanan politik seperti Ustaz Abu Bakar Baasyir, aktivis senior Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana, hingga aktivis mahasiswa.

Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (Asmapi) Edy Mulyadi menilai, pernyataan sikap Habib Rizieq itu merupakan cerminan dari seorang pemimpin sejati.


Pasalnya, Habib Rizieq tidak hanya memikirkan nasib dirinya sendiri dalam sebuah perjuangan. Tapi, dia memperhatikan nasib kawan hingga masyarakat lainnya yang masih dalam pesakitan rezim.  

"Luar biasa jasa besar Habib untuk mereka. Habib ini betul-betul seorang pemimpin yang tidak mempedulikan dirinya sendiri," ujar Edy Mulyadi dalam akun YouTube @MimbarTube yang diposting beberapa jam lalu, Sabtu (14/11).

"Beliau tidak anti dengan rekonsiliasi beliau tidak anti dengan diskusi, dialog, rekonsiliasi dengan rezim yang sedang berkuasa. Syaratnya bebaskan dulu Ustaz Abu Bakar Baasyir, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana, aktivis-aktivis, mahasiswa-mahasiswa semuanya. Ini luar biasa, top," imbuhnya.  

Menurut Edy, sikap Habib Rizieq tersebut sejatinya adalah sinyal kemenangan yang ditunjukkan seorang pemimpin kesatria.

Sebab menurut dia, hampir tidak ada pemimpin seperti Habib Rizieq yang peduli terhadap nasib kawan seperjuangan dan masyarakat secara umum yang menjadi korban rezim.

"Saya melihatnya apa yang Habib lakukan ini apapun itu ada sebuah kemenangan. Bayangkan kalau persyaratan dari Habib itu dipenuhi oleh rezim, maka keberhasilan yang besar. Teman-teman perjuangannya mau dari elemen apapun, orang-orang yang mengkritisi pemerintah yang dijerat dengan UU yang super karet, super amburadul UU ITE, itu dibebaskan," tuturnya.

"Mohon maaf dengan segala hormat, mohon maaf, betapa banyak tokoh yang kritis kemudian diajak berunding, bahkan mendatangi Istana kemudian keluar menjadi loyo lesu ghirah perjuangannya," demikian Edy Mulyadi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya