Berita

Denny Siregar/Net

Publika

Kader Syiah Tukang Fitnah

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 10:33 WIB

"YA benar saya Syiah, any problem with that?” ujar Denny Siregar.

Ya tidak ada problem sih jika tidak macem-macem, fitnah fitnah misalnya. Justru yang menjadi problem adalah perilakunya. Apakah doktrin Syiah melekat dan terimplementasi pada perilaku yang menyakiti umat Islam?

Denny Siregar seenaknya memfitnah bahwa massa penjemput HRS ke bandara bukan karena cinta, tetapi karena dana. Uang yang menggerakkannya. Ini adalah fitnah kubro dari orang yang gatel jika tidak omong kosong, nyinyir, dan menyakiti umat. Watak Syiah.


Betapa bodohnya pandangan itu. Berapa miliar atau triliun rupiah yang dibutuhkan untuk membayar 3 juta orang yang datang menjemput ke bandara?  Siapa yang mau membiayai sekedar untuk jemput menjemput seperti itu. Ah ada-ada saja ini pembual ini.

Denny tidak pernah tahu bahwa dalam ajaran Islam berkorban untuk satu keyakinan di jalan Allah itu berpahala. Umat Islam sangat gembira dan bahagia mengeluarkan dana dari kantong sendiri atau kantong bersama untuk kontribusi perjuangan.

Pak Denny, menurut ajaran Islam berjuang dengan tenaga dan harta itu perintah Allah. Balasannya surga. Nah sebaliknya, berjuang untuk sekedar cari duit maka itu bakal terancam neraka.

Denny Siregar tidak pernah membuat umat menjadi segar. Fitnah jadi mainan harian. Kasus di Tasikmalaya ngumpet setelah lempar ejekan pada santri yang disebutnya sebagai calon teroris.

Umat Islam di Tasikmalaya marah karena agama dimainkan dan santri dihinakan. Tantangan hukum untuk  pembuktian disikapi dengan jiwa pengecut. Tak berani ia hadapi. Lari-lari dari panggilan Polisi.

Sebelumnya Denny menangis curhat atas efek dari perbuatan diri yang menimpa keluarganya.

"Media sosial anak-anak saya dibanjiri makian oleh banyak orang yang selama ini membenci saya, kehidupan pribadi mereka dibongkar dan diintimidasi di media sosial,” kata Denny.

Sadar juga rupanya dia dibenci banyak orang akibat ulahnya. Tokoh masyarakat Papua Christ Wamea saat itu menyatakan :

"Kalau sayang nyawa keluarga, jangan tekuni pekerjaan sebagai tukang fitnah dan tukang bohong. Masak ngasih makan keluarga dengan cara seperti itu".

Jadi memang payah kader Syiah ini. Nuduh dan memfitnah massa penjemput dibayar segala. Padahal dia mungkin saja yang dengan fitnah dan bohong nya itu dibayar. Jika demikian maka uang haram yang dimakan sehari-hari. "Masak ngasih makan keluarga dengan cara seperti itu".

Tuh Denny, Pak Christ Wamea saja tahu.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya