Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Amin AK/Net

Politik

Pemerintah Harus Segera Mitigasi Korban PHK Agar Bisa Keluar Dari Jurang Resesi

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 10:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah didesak untuk bergerak cepat memitigasi pengangguran baru yang jumlahnya melesat akibat resesi ekonomi.

Anggota Komisi VI DPR RI, Amin AK menilai ada dua program mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah, yaitu inkubasi bisnis dan penciptaan wirausaha baru, serta memperbanyak program padat karya.

Program inkubasi bisnis dan wirausaha baru ditujukan bagi mereka yang memiliki keterampilan yang relatif tinggi. Sedangkan proyek padat karya ditujukan bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk menjadi pebisnis.

“Inilah saatnya BUMN kita bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian UMK dan Koperasi menggarap proyek bersama memitigasi mereka yang di-PHK, maupun angkatan kerja baru yang sulit memperoleh kerja di masa resesi ini,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (13/11).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang. Itu setelah periode Agustus 2020 terjadi lonjakan pengangguran sebanyak 2,67 juta orang.

Lonjakan tersebut berasal naiknya tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2020 dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen. Pandemi virus corona baru (Covid-19) membuat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mengalami kenaikan dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen.

Menurut politisi PKS ini, upaya mitigasi korban PHK merupakan langkah prioritas agar Indonesia mampu keluar dari jurang resesi ekonomi. Jika tidak ada strategi mitigasi yang jelas, tekannya, gelombang PHK yang terjadi saat ini akan menciptakan jutaan masyarakat miskin baru.

“Jangan sampai krisis ekonomi saat ini berkembang menjadi krisis sosial karena salah ‘obat’. BUMN harus menjadi yang terdepan dalam program mitigasi ini,” pungkasnya.

Populer

Pendapatan Telkom Rp9 T dari "Telepon Tidur" Patut Dicurigai

Rabu, 24 April 2024 | 02:12

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Pj Gubernur Ingin Sumedang Kembali jadi Paradijs van Java

Selasa, 23 April 2024 | 12:42

Bey Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Haji Jawa Barat

Rabu, 01 Mei 2024 | 08:43

Jurus Anies dan Prabowo Mengunci Kelicikan Jokowi

Rabu, 24 April 2024 | 19:46

Tim Hukum PDIP Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda

Selasa, 23 April 2024 | 19:52

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

UPDATE

Pengukuhan Petugas Haji

Sabtu, 04 Mei 2024 | 04:04

Chili Siap Jadi Mitra Ekonomi Strategis Indonesia di Amerika Selatan

Sabtu, 04 Mei 2024 | 04:02

Basri Baco: Sekolah Gratis Bisa Jadi Kado Indah Heru Budi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 03:42

Pemprov DKI Tak Ingin Polusi Udara Buruk 2023 Terulang

Sabtu, 04 Mei 2024 | 03:24

Catat, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan 9-10 Mei

Sabtu, 04 Mei 2024 | 03:22

BMKG Prediksi Juni Puncak Musim Kemarau di Jakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 | 02:27

Patuhi Telegram Kabareskrim, Rio Reifan Tak akan Direhabilitasi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 02:05

Airlangga dan Menteri Ekonomi Jepang Sepakat Jalankan 3 Proyek Prioritas Transisi Energi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 02:00

Zaki Tolak Bocorkan soal Koalisi Pilkada Jakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 | 01:35

Bertemu Wakil PM Belanda, Airlangga Bicara soal Kerja Sama Giant Sea Wall

Sabtu, 04 Mei 2024 | 01:22

Selengkapnya