Berita

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci/Net

Dunia

Dr. Anthony Fauci: Vaksin Yang Ampuh Belum Tentu Dapat Memberantas Virus Corona

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 09:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah peringatan kembali disampaikan oleh penasihat penanganan Covid-19 Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci.

Pakar kesehatan top itu mengatakan, bahkan vaksin yang layak sekali pun mungkin tidak akan sepenuhnya dapat memberantas virus corona baru.

Berbicara dalam webinar yang diselenggarakan oleh lembaga kebijakan Chatham House pada Kamis (12/11), Fauci mengaku terkesan dengan data awal vaksin Pfizer yang menunjukkan kemanjuran hingga 90 persen.


Meski begitu, ia mengingatkan, masyarakat tidak boleh berpuas diri dan mengabaikan protokol kesehatan yang terbukti berhasil mencegah penyebaran virus.

"Kavaleri akan datang tetapi jangan meletakkan senjatamu, lebih baik kamu terus bertempur karena mereka belum ada di sini. Bantuan sedang dalam proses, tetapi belum ada di sini," kata Fauci memberikan analogi, seperti dimuat National Interest.

"Jadi, bagi saya, itu lebih merupakan insentif. Tolong jangan menyerah. Jangan putus asa, akhir sudah di depan mata," lanjut dia.

Telepas dari berita positif mengenai vaksin, AS saat ini tengah terperosok dalam gelombang ketiga infeksi virus corona yang menghancurkan dengan lebih dari 143 ribu kasus baru pada Rabu (11/11). Itu adalah rekor kasus harian terbaru yang tercatat oleh Universitas Johns Hopkins.

Menurut Proyek Pelacakan Covid, sekitar 65 ribu orang saat ini di rawat di rumah sakit karena terinfeksi virus corona yang semakin membebani fasilitas kesehatan.

Totalnya, AS saat ini memiliki lebih dari 10,5 juta kasus Covid-19 dengan sekitar 242 ribu kematian.

Fauci yang merupakan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mencatat, walaupun vaksin sudah ditemukan, virus mungkin tidak akan pernah bisa diberantas.

"Saya ragu kami akan memberantas ini. Saya pikir kita perlu merencanakan bahwa ini adalah sesuatu yang mungkin perlu kita pertahankan secara kronis. Mungkin ada yang endemik, yang harus kita waspadai saja," ucap Fauci.

Walaupu  Fauci mengatakan bahwa vaksin yang efektif 50 hingga 60 persen dapat diterima.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya