Berita

Anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie/Net

Politik

Jimly Asshiddiqie: Jangan Takut Banyak Paslon Di Pilpres

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 08:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) menjadi pembahasan krusial. Dalam dua pilpres terakhir, penentuan angka PT hanya menghasilkan dua pasangan calon di pilpres dan membuat polarisasi di masyarakat.

Anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie mengingatkan agar patokan PT memperhatikan prinsip freedom of association atau kebebasan berserikat.

Selain itu, DPR yang membahas masalah ini juga harus memperhatikan prinsip pilpres 2 ronde yang termaktub dalam UUD 1945.


“Jika di ronde 1 tidak dimungkinkan lebih dari 2 paslon presiden dan jumlah parpol dipaksa cuma 2, jelas langgar UUD 1945. Dalam budaya politik bhinneka, bangsa kita jangan dibelah 2 sejak awal,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (13/11).

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan bahwa dirinya pernah ikut menjadi pengamat internasional saat Pilpres Rusia tahun 2018 lalu.

Kala itu ada delapan calon presiden yang bertarung di pilpres. Namun demikian, pemenangnya tetap petahana Vladimir Putin dengan mengantongi dukungan sebesar 77 persen.

“Jadi tidak usah takut dengan banyak calon,” simpulnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya