Berita

Pasukan Perdamaian Rusia yang dikerahkan untuk keamanan Armenida dan Azerbaijan menuju pos tugas/Net

Dunia

Pasukan Perdamaian Rusia Akan Berjaga Di Pos Pengawasan Di Wilayah Konflik Nagorno-Karabakh Selama Lima Tahun

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 15:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan penjaga perdamaian Rusia yang baru tiba di Armenia langsung menuju lokasi di mana mereka akan ditugaskan. Pasukan berjumlah 400 personil itu akan melaksanakan tugas untuk mengontrol gencatan senjata dan operasi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh, seperti yang dilaporkan kantor Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (11/11).

Menuju ke lokasi, pasukan perlu menempuh jarak ratusan kilometer sebelum kemudian ditempatkan di pos pengawasan Rusia di Lachinsky.

"Kolom militer harus menempuh jarak lebih dari 250 kilometer dan mengerahkan kontingen penjaga perdamaian dengan penempatan pos pengamatan Rusia di sepanjang garis kontak di Nagorno-Karabakh dan di sepanjang koridor Lachinsky," kata kementerian, seperti dikutip dari Tass.


Penjaga perdamaian Rusia itu akan ditempatkan di wilayah tersebut untuk jangka waktu lima tahun, yang mungkin berulang kali diperpanjang selama lima tahun lagi.

Sebelumnya dilaporkan bahwa pesawat angkut militer Rusia Ilyushin Il-76 telah mengirimkan lebih dari 400 pasukan penjaga perdamaian Rusia ke Armenia, personel menurunkan pesawat dan membentuk konvoi untuk pergi ke area tugas.

"Dua puluh pesawat angkut militer Il-76 dengan komandan pasukan penjaga perdamaian Rusia dan personel militer dari brigade penjaga perdamaian ke-15 telah mendarat di Republik Armenia. Pesawat angkut militer tersebut telah mengirimkan lebih dari 400 personel militer, pengangkut personel lapis baja , kendaraan lapis baja dan perangkat komunikasi," kata kementerian itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerukan untuk membantu para pemimpin Armenia dan Azerbaijan, Nikol Pashinyan dan Ilham Aliyev, dalam tekad mereka untuk menciptakan kondisi penyelesaian damai konflik Nagorno-Karabakh atau Artsakh.

Dalam pertemuan virtual dengan para pimpinan Negara-negara Kerja Sama Shanghai, Putin mengatakan pentingnya kompromi dalam menyelesaikan masalah secara damai.

"Konflik rumit yang diikat dengan ikatan yang erat, membutuhkan keberanian para pengambil keputusan," kata Putin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya