Berita

Politisi senior PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat/Net

Politik

Habib Rizieq Pulang, Henry Yosodiningrat Langsung Minta Polisi Tindak Lanjuti Laporannya

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 11:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politisi senior PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat akan menyambangi Polda Metro Jaya pada siang ini, Rabu (11/11). Dia datang untuk meminta polisi menindaklanjuti laporannya terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tahun 2017 lalu.

Henry membenarkan bahwa dirinya telah menulis sebuah surat kepada Kapolda Metro Jaya berisi permohonan tindak lanjut laporan.

“Iya betul, itu saya buat,” ujarnya saat dikonfirmasi redaksi, sesaat lalu.


Lebih lanjut Henry menjelaskan bahwa laporan yang dimaksud adalah laporan di tahun 2017. Dia mengurai bahwa kasus itu bermula saat dirinya meminta kepolisian tidak ragu menahan Habib Rizieq karena telah membuat resah masyarakat.

Kemudian Habib Rizieq merespon dengan menyebut Henry ebagai politisi berhaluan komunis, politisi yang memusuhi umat Islam, dan hanya indekos di PDIP.

“Jadi tidak lama setelah saya laporkan itu dia berangkat umroh, sehingga perkara saya tidak bisa ditindaklanjuti. Sekarang sudah kembali jadi saya minta untuk ditindaklanjuti. Jadi laporan atas penghinaan saya sendiri,” sambungnya.

Siang nanti dirinya akan berkunjung ke Polda Metro Jaya untuk mengutarakan permintaannya itu secara langsung.

“Nanti jam 2 siang,” tuturnya.

Dalam suratnya kepada Kapolda Metro Jaya, Henry menjelaskan bahwa dirinya pada tanggal 31 Januari 2017, telah membuat laporan polisi. Dia melaporkan seorang yang bernama Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq karena diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan kehormatan dirinya.

Laporan polisi tersebut telah teregister dengan Nomor: LP/529/l/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 31 Januari 2017. Laporan tidak bisa ditindaklanjuti karena Habib Rizieq menetap di Arab Saudi selama 3,5 tahun.

“Bahwa oleh karena yang bersangkutan (Terlapor) telah kembali dan/atau saat ini berada di Indonesia, maka saya mohon kepada Kepolisian Negara Rl, Polda Metro Jaya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti dan/atau melakukan Penegakan Hukum sebagaimana mestinya terkait dengan Laporan Polisi tersebut di atas,” tuturnya dalam surat itu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya