Berita

Wanita berprstasi di Pentagon, Michèle Flournoy/Net

Dunia

Ancang-ancang Susun Kabinet, Joe Biden Punya Kandidat Menhan Yang Jadi Petanda Baik Bagi Taiwan

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 11:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS terpilih Joe Biden dilaporkan telah memiliki kandidat utama calon Menteri Pertahanan yang akan duduk di pemerintahannya. Dari semua posisi kabinet yang akan segera diisi, kursi yang paling jelas memiliki satu nama adalah Michèle Flournoy.

Mantan pejabat senior di Departemen Pertahanan AS itu dikabarkan berada di urutan teratas daftar calon menteri pertahanan Biden.

Flournoy sangat dihormati. Hillary Clinton, pada pertarungannya merebut kursi presiden AS pada pemilihan 2016 lalu, berencana menggandengnya sebagai menteri pertahanan jika dia menang.


Kelahiran Los Angeles 14 Desember 1960 ini adalah wanita dengan peringkat tertinggi dalam sejarah Pentagon. Dia lulusan Beverly Hills High School, sebuah sekolah favorit impian remaja era 1970-an, lalu melanjutkan ke Universitas Harvard. Ayahnya adalah seorang sinematografer.

Baru-baru ini Flournoy menulis sebuah opini sebagai sikap hawkish (menyerang) terhadap China, ia menekankan perlunya memperkuat kemampuan AS untuk mencegah ancaman dari China. Dan ini disebut menjadi pertanda baik bagi kebijakan militer AS terhadap Taiwan.

Flourney, yang menjabat sebagai wakil asisten menteri pertahanan untuk strategi di bawah kepemimpinan Presiden Bill Clinton menerbitkan sebuah artikel di Foreign Affairs edisi Juni berjudul 'How to Prevent a War in Asia: The Erosion of American Deterrence Raises the Risk of Chinese Miscalculation'.

Dalam artikel tersebut, Flourney menulis bahwa "keyakinan yang dipegang teguh oleh China tentang Amerika Serikat sebagai kekuatan yang menurun" dapat mendorongnya untuk mengambil tindakan berisiko lebih tinggi, seperti menyerang atau memblokir Taiwan.

Flourney menilai China mulai percaya bahwa mereka dapat mencapai serangan cepat yang akan melumpuhkan semua pertahanan AS di kawasan itu, membuka jalan bagi invasi ke Taiwan.

"Teori kemenangan China semakin bergantung pada 'perang penghancuran sistem' - melumpuhkan musuh di awal konflik, dengan mengerahkan peperangan elektronik yang canggih, serta kemampuan dunia maya," tulis Flourney, seperti dikutip dari Taiwan News, Rabu (11/11).

Untuk meningkatkan kemampuan pencegahan, Flourney menegaskan bahwa AS harus memodernisasi dan memperkuat pasukannya di kawasan itu untuk perhitungan terhadap Beijing.

Sekretaris pertahanan potensial itu beralasan bahwa jika para pemimpin China ditempatkan dalam posisi di mana mereka bertanya-tanya "apakah layak membahayakan seluruh armada mereka," mereka akan "berpikir dua kali" sebelum mencoba melakukan blokade atau invasi ke Taiwan.

Dalam artikel Defense News pada hari Minggu (8/11), Flourney menegaskan kembali perlunya memperkuat pertahanan Amerika di wilayah tersebut untuk melindungi kepentingannya.

"Kita harus memiliki cukup keunggulan yang pertama dan terutama kita dapat mencegah China menyerang atau membahayakan kepentingan vital kita dan sekutu kita. Itu berarti tekad," ungkapnya.

Seperti strategi Biden yang baru-baru ini dinyatakan dalam menangani China, Flourney juga percaya bahwa bekerja sama dengan negara lain di kawasan untuk menekan negara komunis adalah metode yang lebih efektif daripada pendekatan bilateral Trump.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya