Berita

Presiden Donald Trump dan Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan di Gedung Putih pada Mei 2020/Net

Dunia

Trump Rombak Jajaran Pentagon Di Masa Transisi, Demokrat: Ini Sangat Berbahaya

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemecatan mendadak Mark Esper dari kursi Menteri Pertahanan AS disebut-sebut sebagai sinyal bahwa Donald Trump akan menggunakan bulan-bulan terakhirnya di Gedung Putih untuk menyelesaikan sejumlah masalah dalam pemerintahannya.

Tetapi perombakan lebih lanjut di Pentagon telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan Demokrat tentang kemungkinan ketidakstabilan kebijakan keamanan nasional AS ketika Trump bersama Partai Republik keluar dari kantor pemerintahan.

Ini juga dikhawatirkan berpotensi memudahkan Trump untuk menjalankan kebijakan yang ditentang Esper, seperti mengerahkan pasukan tugas aktif untuk menekan protes jalanan di Amerika Serikat.


Langkah Trump mengirim pesan berbahaya kepada musuh Amerika dan meredupkan harapan untuk transisi yang teratur ketika Presiden terpilih dari Partai Demokrat Joe Biden bersiap untuk menjabat, kata Demokrat.

"Sulit untuk melebih-lebihkan betapa berbahayanya pergantian tingkat tinggi di Departemen Pertahanan selama periode transisi kepresidenan," kata Perwakilan Adam Smith, Demokrat yang memimpin Komite Angkatan Bersenjata DPR, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/11).

Esper digantikan oleh Christopher Miller, yang pernah menjadi direktur National Counterterrorism Center. Pentagon mengatakan Kash Patel, yang merupakan penasihat kontraterorisme teratas di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, akan menjadi kepala staf Miller.

Patel bekerja sebagai pembantu utama Perwakilan Devin Nunes, seorang Republikan pro-Trump yang mengetuai Komite Intelijen DPR dan sekarang menjadi anggota minoritas teratas. Saat bekerja untuk Nunes, Patel membantu membuat memo yang menuduh FBI dan Departemen Kehakiman bias terhadap Trump.

Setelah kepergian Esper, penasihat kebijakan utama Pentagon mengundurkan diri, memungkinkan pos itu diisi oleh Anthony Tata, pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat yang pernah menyebut Obama sebagai "seorang pemimpin teroris."

Tata gagal untuk mengamankan sidang konfirmasi Senat pada bulan Agustus dan sedang menjalankan tugas wakil wakil menteri pertahanan untuk kebijakan.

Perombakan tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa Trump akan mencoba memenuhi janji kampanye yang masih belum terpenuhi sebelum 20 Januari, ketika Biden menjabat. Itu termasuk kemungkinan memerintahkan penarikan penuh pasukan AS dari Afghanistan.

Elissa Slotkin, seorang Demokrat yang menjabat sebagai pejabat senior Pentagon di pemerintahan Obama, menyampaikan sebuah pesan mendalam kepada Miller untuk menempatkan kepentingan keamanan nasional di atas kesetiaannya kepada Trump.

"Negara dan militer tempat dia mengabdikan hidupnya mengandalkan dia untuk melakukan hal yang benar," ungkapnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya