Berita

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Net

Politik

Tito Karnavian Berharap Pilkada Bisa Mengangkat Masalah Riil Penanganan Covid-19

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 07:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak multidimensi yang mengubah seluruh pola tatanan kehidupan, mulai dari masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Atas alasan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berupaya agar tema sentral Pilkada Serentak 2020 dapat mengangkat masalah-masalah riil, yakni bagaimana kepala daerah dapat mengendalikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

Tema ini sangat berguna karena membantu masyarakat memilih kepala daerah yang tepat karena visi dan misi yang dipaparkan akan sejalan dengan masalah yang dihadapi saat terpilih nanti. Sebab, tanpa penanganan Covid-19, maka dapat diyakini program yang lain tidak akan berjalan dengan baik.


“Sebagian besar masa jabatan bapak-ibu (calon kepala daerah) akan berhadapan dengan masalah ini,” tegasnya saat memberikan sambutan pada Kegiatan Webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas Series 5 (Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur) dengan tema “Mewujudkan Pimpinan Daerah Berkualitas Melalui Pilkada Serentak yang Jujur Berintegritas” di Radisson Golf and Convention Center, Batam, Selasa (10/11).

“Bagaimana berhadapan dengan masalah kesehatan, mencegah penularan Covid-19. Bagaimana menghadapi ekonomi yang stagnan di daerah masing-masing karena ada pembatasan,” sambung Tito seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu (11/11).

Tito mengajak seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan satu dengan yang lain agar menggunakan hak pilihnya.

“Mulai saat ini kita juga harus mulai mengajak meyakinkan masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya tanggal 9 Desember. Kenapa? Jangan sampai salah pilih, kalau salah pilih menyesalnya 4-5 tahun. Gunakan hak pilih kalian,” pungkas Mendagri Tito Karnavian.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya