Berita

Jaringan ISIS di Mozambik menyerang desa dan membunuh warga/Net

Dunia

Jaringan ISIS Di Mozambik Penggal 50 Warga Desa Di Lapangan Sepak Bola

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 18:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok teroris yang terkait dengan ISIS di Mozambik dilaporkan telah memenggal lebih dari 50 orang di lapangan sepak bola di sebuah desa.

Kelompok yang dikenal dengan nama Ahlu Sunnah Wa-Jamo atau kerap disebut al-Shabaab melakukan serangan di desa Muatide, Provinsi Cabo Delgado selama beberapa hari terakhir.

Media lokal melaporkan, mereka telah membakar beberapa desa dan mengumpulkan orang-orang yang mereka tangkap dari hutan terdekat di sebuah lapangan sepak bola. Di sana para korban dipenggal, tubuh mereka dimutilasi. Beberapa wanita juga diculik.


"Polisi mengatahui pembantaian yang dilakukan oleh kelompok pemberontak melalui laporan orang-orang yang menemukan mayat di hutan," ujar jurubicara polisi di Mueda, seperti dikutip RT.

"Mungkin ada 20 mayat yang tersebar di area dengan luas sekitar 500 meter itu," lanjutnya.

Para korban sendiri dimakamkan pada Selasa (10/11), di mana hanya ada sisa 15 anak laki-laki yang masih hidup di desa tersebut.

Beberapa bulan lalu, April 2020, kekerasan yang dilakukan kelompok itu terjadi. Sebanyak 52 orang ditembak dan dipenggal ketika menolak bergabung menjadi militan.

Sebulan sebelumnya, Maret, para militan membakar gedung-gedung pemerintahan, termasuk markas polisi yang membuat puluhan pejabat penegak hukum meninggal.

Para militan telah menargetkan desa-desa terpencil selama beberapa bulan terakhir ketika mereka mencoba untuk memberikan pengaruh yang lebih besar di wilayah tersebut, yang menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Menurut laporan BBC, pemerintah Mozambik telah meminta bantuan internasional dalam melatih pasukannya untuk mengendalikan pemberontakan.

"Kejahatan keji dan mengerikan atas nama keyakinan dan ideologi. Kita semua harus bersatu untuk mengakhiri keyakinan totaliter yang tidak memiliki belas kasihan," kata seorang aktivis hak asasi manusia, Ayaan Hirsi Ali.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya