Berita

Iran memperketat pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona/Net

Dunia

Corona Merajalela, Restoran Hingga Toko Di Teheran Hanya Boleh Buka Hingga Petang

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 17:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran kembali memberlakukan aturan pembatasan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Mulai Selasa (11/10), semua bisnis di ibukota Teheran memberlakukan jam malam, di mana setiap restoran bisnis yang tidak penting harus ditutup pada pukul 6 sore selama satu bulan.

Melalui sebuah pesan teks, Menteri Kesehatan Saeed Namaki mendesak warga untuk tidak keluar rumah.


"Jangan tinggalkan rumah Anda sebisa mungkin dan menjauh dari tempat keramaian. Virus corona bukan lelucon," begitu bunyi teks tersebut, seperti dikutip CNA.

Gubernur Teheran, Anoushiravan Bandpa mengatakan, pemerintah juga memperkenalkan aturan ketat lainnya, seperti membatasi lalu lintas pada malam hari.

Pemberlakuan serangkaian aturan ketat tersebut dilakukan pemerintah seiring dengan terjadinya lonjakan kasus virus corona baru di Iran.

Sejauh ini Iran sudah melaporkan lebih dari 38 ribu kematian, jumlah tertinggi di Timur Tengah. Di mana selama satu bulan terakhir, kematian per hari meningkat hingga 10 kali lipat.

Meski lonjakan kasus dan kematian akibat Covid-19 terus terjadi, pemerintah menolak untuk mengunci ibukota yang menjadi kritikan para ahli kesehatan.

"Kurangnya penguncian di Teheran adalah bencana," kata anggota satuan tugas penanganan Covid-19 Iran, Mino Mohraz.

"Biasanya negara-negara yang tidak mendengarkan pejabat kesehatan menghadapi masalah. Contoh yang baik adalah Amerika Serikat," lanjutnya.

Pemerintah sendiri sebisa mungkin menolak kuncian karena kondisi ekonomi yang terus terhimpit. Terlebih Iran juga harus menghadapi serangkaian sanksi AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Iran dilaporkan terperosok ke level terendah, membuat rakyat semakin sulit.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya