Berita

Warga Armenia mengepung gedung parleman untuk memprotes kesepakatan damai dengan Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Tak Terima Dengan Kesepakatan Damai Karabakh, Warga Armenia Kepung Gedung Parlemen

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 17:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gedung parlemen di pusat ibukota Yerevan dipenuh oleh para pengunjuk rasa yang memprotes perjanjian damai Karabakh yang telah disepakati oleh Armenia dan Azerbaijan beberapa waktu lalu.

Pada Selasa (10/11), para pengunjuk rasa menuntut anggota parlemen untuk mengadakan sesi pertemuan dan membatalkan perjanjian damai tersebut.

Salah seorang pengunjuk rasa, Artur Grigoryan mengatakan, gencatan senjata belum bisa diberlakukan karena belum mendapat persetujuan parlemen. Ia pun mendesak agar kesepakatan batal demi hukum.


"Saya meminta semua anggota parlemen, terutama anggota parlemen (yang berkuasa) tidak menghentikan langkah kami untuk datang ke parlemen. Saya jamin, kami akan melakukan segalanya untuk memastikan keselamatan Anda," ujarnya.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menandatangani perjanjian penghentian perdang.

Di dalam perjanjian tersebut Armenia akan mengembalikan Distrik Kalbajar kepada Azerbaijan pada 15 November dan Distrik Lachin pada 1 Desember. Nantinya, Yerevan hanya mempertahankan Koridor Lachin untuk menyediakan informasi antara Nagorno-Karabakh dan Armenia.

Selain itu, Armenia juga akan mengembalikan wilayah Agdam dan Gazakh kepada Azerbaijan.

Melalui unggahan di akun Facebook-nya, Pashinyan mengatakan perjanjian tersebut sangat menyakitkan Armenia, namun itu adalah solusi terbaik untuk saat ini.

Sebaliknya, Aliyev justru mengatakan perjanjian itu adalah peristiwa bersejarah bagi Azerbaijan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya