Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin/Net

Politik

Nurul Arifin: Tidak Ada Satu Pemerintah Pun Yang Ingin Jebloskan Rakyatnya Ke Jurang Kemiskinan

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 02:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Omnibus law UU Cipta Kerja yang kini telah sah menjadi UU 11/2020 merupakan upaya dan itikad baik dari pemerintah untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat melalui investasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin menjadi bintang tamu dalam Podcast Akbar Faizal Uncensored, bertajuk "Artis-Artis Hanya Pajangan di DPR?", Senin malam (9/11).

"Saya kira, di seluruh dunia tidak ada satu pemerintah pun yang ingin mencelakakan rakyatnya bahkan menjebloskan ke jurang kemiskinan, kebangkrutan, ataupun ketertinggalan," ujarnya.


"Apa yang dilakukan pemerintah saat ini, dengan pemimpinnya yaitu Bapak Presiden, saya kira beliau itu menjalankan satu agenda yang memang harus dibenahi begitu," sambungnya.

Nurul Arifin menguraikan, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir di Indonesia tidak ada investasi asing. Bahkan kata dia, sekalipun negara China yang disebut-sebut bermitra cukup baik dengan Indonesia, pun tidak ada berinvestasi di dalam negeri.

"Kita melihat ya bahwa dalam 20 tahun terakhir tidak ada investasi asing yang masuk ke negara ini. Bahkan, China pun tidak masuk, dia lebih memilih untuk ke Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand apalagi, kemudian Malaysia, dan Indonesia ditinggalkan," ucap anggota Komisi I DPR RI ini.

Menurutnya, hadirnya UU 11/2020 tentang Cipta Kerja ini antara lain untuk menarik investasi karena banyak aturan yang tumpang tindih sehingga membuat para investor enggan berinvestasi di Indonesia.

Sekaligus menjawab tantangan di masa depan akibat pandemi Covid-19 telah menyasar sekitar 215 negara di dunia termasuk Indonesia.

"Dari awal, Bapak Presiden sudah menjelaskan dan sebetulnya kita tahu dan faham juga, sesungguhnya UU dan peraturan di negara ini sangat tumpang-tindih. Untuk memangkasnya itu diperlukan suatu terobosan namanya omnibus law, ini adalah satu sistem," jelasnya.

Lanjutnya, omnibus law akhirnya dipersiapkan untuk memangkas 79 UU yang ada yang terkait masalah investasi yang tumpang-tindih membuat investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia memilih negara lain.

"Dan pemerintah perlu memutuskan ini dengan cepat karena bagaimana kita bisa membangun suatu industri jika tidak investasi yang masuk. Dan dengan industri tersebut kita bisa membuka lapangan-lapangan pekerjaan," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya