Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat: Kemenangan Biden Bawa Dampak Positif Untuk Thailand Dalam Perdagangan Global

SENIN, 09 NOVEMBER 2020 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha telah mengirim pesan ucapan selamat atas terpilihnya Joe Biden dan Kamala Haris pada Minggu (8/11) waktu setempat. Ia berharap hubungan kedua negara akan lebih meningkat di bawah pemerintahan baru AS.

"Atas nama Pemerintah dan rakyat Kerajaan Thailand, saya berharap Anda sukses dan berharap dapat bekerja sama dengan Anda dan Administrasi Anda untuk lebih meningkatkan kerja sama kami di semua tingkatan," tulisnya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (9/11).

Sementara itu, sejumlah pengamat Thailand mengatakan bahwa kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat akan membawa dampak yang positif pada negara itu.


Mereka mencatat bahwa ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dengan China kemungkinan akan mereda karena presiden terpilih telah berjanji untuk melanjutkan dialog konstruktif dengan semua mitra strategis.

Wakil presiden Dewan Pengirim Nasional Thailand (TNSC), Visit Limlurcha, mengatakan bahwa begitu Biden menjabat, perang perdagangan antara China dan AS akan mereda karena kedua negara kemungkinan besar akan memulai pembicaraan untuk meredakan perbedaan mereka.

“Meski begitu, ini tidak berarti AS di bawah Biden tidak akan menggunakan tekanan perdagangan untuk menghukum negara-negara yang menentang tuntutannya,” kata Visit.

Dia menambahkan bahwa biaya produk buatan AS akan meningkat karena Biden telah berjanji untuk meningkatkan upah minimum bagi pekerja Amerika, yang akan dia biayai dengan secara progresif mengenakan pajak pada bisnis dan individu kaya.

Sementara itu, ketua Kamar Dagang Thailand, Kalin Sarasin, mengatakan bahwa dengan Biden berada di pucuk pimpinan AS, Thailand akan mendapat keuntungan dari perdagangan global yang lebih bebas. Ia menambahkan AS kemungkinan akan bergabung kembali dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

Kalin mengatakan Thailand harus bersiap untuk melanjutkan pembicaraan untuk merundingkan beberapa perjanjian perdagangan bebas, yang mencakup perjanjian perdagangan bebas Thailand-Uni Eropa dan Thailand-Inggris, selain CPTPP.

“Thailand harus dengan jelas menunjukkan pendiriannya pada isu-isu penting, termasuk Persatuan untuk Perlindungan Varietas Baru Tanaman, karena berdampak pada kemampuan negara untuk melisensikan ekstrak herbal lokalnya, yang akibatnya akan berdampak pada medis dan kesehatan Thailand. sektor kesejahteraan masyarakat,” kata Kalin.

Sementara itu Ghanyapad Tantipipatpong, ketua TNSC, mengatakan Biden tampaknya akan memperluas hubungan perdagangan dan bergabung kembali dengan CPTPP, menjadikannya blok perdagangan bebas yang lebih besar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya