Berita

Wakil presiden terpilih Amerika Serikat, Kamala Harris saat menyampaikan pidatonya di Wilmington, Delaware pada Sabtu, 7 November 2020/Net

Dunia

Kamala Harris: Saya Mungkin Wakil Presiden Perempuan Pertama, Tapi Bukan Yang Terakhir

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 11:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Nama Kamala Harris telah tercatat dalam sejarah Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (7/11), ketika ia terpilih menjadi wakil presiden perempuan dari keturunan Asia-Afrika pertama untuk negeri tersebut.

Dengan percaya diri, Harris pun tampil memberikan pidato pertamanya setelah ia dan Joe Biden berhasil mengalahkan pasangan petahana dari Partai Republik, Donald Trump dan Mike Pence.

Di luar Chase Center, di hadapan para pendukungnya, Harris menyerukan agar perempuan lebih berani dan dapat menjadi penerusnya di kemudian hari.


"Meskipun saya mungkin wanita pertama di kantor ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir," kata Harris di Wilmington, Delaware, dalam siaran langsung Washington Post pada Sabtu malam.

Harris, seorang anak dari pasangan imigran juga mengisahkan bagaimana perjuangan ibunya, Shyamala Gopalan menjadi minoritas di Amerika.

"Ketika dia datang ke sini dari India pada usia 19 tahun, dia mungkin tidak begitu membayangkan momen ini. Tapi dia sangat percaya pada Amerika di mana momen seperti ini mungkin terjadi," kisah Harris.

Ia mengatakan, dalam sejarahnya, perempuan dari semua kalangan, kulit hitam, kulit pulih, Asia, Latin, hingga pribumi selalu berupaya untuk membuka jalan seperti yang ia tempuh.

Mereka, kata Harris, adalah bukti tulang punggung demokrasi AS, bahkan jauh sebelum Amandemen ke-19 satu abad lalu berlaku.

"Lima puluh lima tahun yang lalu dengan Undang-Undang Hak Pilih, dan sekarang pada 2020, dengan generasi baru perempuan di negara kita yang memberikan suara mereka dan melanjutkan perjuangan untuk hak dasar mereka, memilih dan didengar," lanjutnya.

"Malam ini, saya merefleksikan perjuangan mereka, tekad mereka, dan kekuatan visi mereka untuk melihat apa yang tidak terbebani oleh apa yang telah terjadi. Dan saya berdiri di pundak mereka," imbuh Harris.

Harris dan Biden berhasil terpilih menjadi presiden dan wakil presiden setelah mendapatkan dukungan dari Pennsylvania di mana mereka saat ini memiliki total 279 suara elektoral.

Keduanya akan dilantik menggantikan Trump dan Pence pada 20 Januari 2021.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya