Berita

Peserta pendidikan profesi advikat/Net

Politik

Azmi Syahputra Ajak Para Advokat Bersatu Dalam Kebaikan Yang Terorganisir

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Advokat seluruh Indonesia diserukan untuk bersatu dalam kebaikan yang terorganisir. Tujuannya, untuk mewujudkan penegakan hukum dan keadilan, sehingga membantu fungsi kekuasaan kehakiman yang independen berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Seruan itu disampaikan, dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Azmi Syahputra saat memberi materi pendidikan profesi advokat yang digelar Asosiasi Advokat Indonesia dan Peradi Cabang Bandarlampung di Universitas Bandar Lampung, Jumat (6/11).

Menurutnya, selama para advokat belum bersatu dalam kebaikan yang terorganisir, maka kekuatan organisasi advokat sebagai organ yang membantu peran dalam mewujudkan kekuasaan kehakiman yang independen tidak akan maksimal.


“Jadi tujuan menegakkan hukum dan keadilan dalam cita negara hukum tidak akan tercapai,” tutur Azmi.

Dia menegaskan bahwa UU 18/2003 telah jelas mengatakan bahwa wadah organisasi advokat tersebut mengerucut menyatu dalam single bar, agar ada kekuatan bersama dalam advokat, keseragaman standarisasi kompetensi keilmuwan, kualitas pendidikan advokat, dan penetapan kode etik dalam memandu perilaku advokat, termasuk pengawasannya.

Tapi, kenyataannya saat ini masih ada yang belum patuh atas kehendak UU advokat tersebut dengan berbagai alasan yang cendrung di area ego sektoral para pemimpin organisasi advokat. Sehingga membuat wadah advokat tidak utuh dalam satu kekuatan, menjadi berserak, dan cenderung terpecah.

Buntutnya, organisasi advokat mudah dapat diintervensi dan kini lari dari tujuan awal.

“Jika mau marwah advokat kembali, maka harus mematuhi dan melaksanakan aspek filosofis, yuridis dan sosiologis dalam UU Advokat, karena di sinilah terletak urgensi dan semangat perjuangan serta fungsi profesi advokat,” tegasnya.

Untuk itu, Azmi meminta kepada pemimpin advokat untuk kompak mematahkan tulang ego sektoralnya dan kembali mengingat sejarah lahirnya UU Advokat.

Mereka harus duduk bersama merumuskan kembali arah pengaturan profesi advokat yang perannya kini semakin sangat dibutuhkan. Apalagi, perubahan masyarakat yang semakin cepat, termasuk tehnologi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya