Berita

Donald Trump dan lawannya Joe Biden/Net

Dunia

Yang Menang Donald Trump Atau Joe Biden, Turki Sudah Siap

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 15:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa siapa pun kandidat yang akan menduduki kursi gedung putih, pemerintah Turki siap untuk tetap menjalin kerjasama dengan AS.

"Terlepas dari kandidat mana yang menjabat di AS, kami akan melakukan pendekatan yang tulus untuk meningkatkan hubungan kami," kata Cavusoglu, seperti dikutip dari Memo, Jumat (6/11).

Kemitraan yang telah berlangsung puluhan tahun antara kedua sekutu NATO itu telah melalui keributan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam lima tahun terakhir karena ketidaksepakatan mereka tentang kebijakan Suriah.


Lainnya, karena hubungan yang lebih dekat antara Ankara dengan Moskow, ambisinya di Mediterania timur, tuduhan AS terhadap bank Turki milik negara, dan erosi hak di Turki.

"Turki telah bekerja sama dengan pemerintahan Demokrat dan Republik dan mengatasi kesulitan dengan keduanya," kata Cavusoglu.

Dia berbicara ketika kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin tipis atas Presiden Donald Trump di negara bagian Georgia, menempatkan Gedung Putih semakin dekat dalam jangkauan Biden ketika negara-negara bagian yang ragu-ragu terus menghitung suara.

Washington telah mengancam akan memberi sanksi kepada Turki karena membeli sistem pertahanan rudal Rusia, tetapi pemerintahan Trump telah menghindari pemberian sanksi tersebut.

“Tentunya individu memiliki dampak, positif dan negatif. Persahabatan yang tulus antara presiden kami dan Tuan Trump berlanjut melalui masa-masa yang paling sulit," kata Cavusoglu.

Para pengamat mengatakan hubungan bilateral Turki bisa terganggu jika Biden menjadi presiden AS. Lira, yang sudah diperdagangkan pada rekor terendah terhadap dolar, bisa mendapat lebih banyak tekanan seandainya Trump terjungkal.

Namun pembantu utama Erdogan, Wakil Presiden Fuat Oktay, mengatakan Ankara tidak takut dengan sanksi.

“Tidak ada negara, termasuk Amerika, yang memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan kebijakan luar negeri, program atau kebijakan di wilayah tersebut terlepas dari Turki atau dengan mengecualikan Turki,” kata Oktay kepada penyiar A Haber.

“Turki bukan lagi negara yang menyusut, atau takut, sanksi. Sanksi akan semakin meningkatkan tekad dan tekad kami,” katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya