Berita

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

Makin Dekat Dengan Gedung Putih, Berhasilkah Joe Biden Bentuk Unified Government?

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 23:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemilihan umum Amerika Serikat (AS) bukan hanya dilakukan untuk menentukan presiden, namun juga Senat dan House of Representatives atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Berdasarkan hasil pemungutan suara sementara yang dilakukan oleh The New York Times pada Jumat (6/11), Joe Biden masih jauh lebih unggul dari Donald Trump.

Sejauh ini Biden sudah mengumpulkan 253 suara elektoral, sementara Trump memiliki 213. Besar kemungkinan Biden mendapatkan ambang batas 270 suara elektoral setelah berhasil menguasai Georgia dan Pennsylvania.


Di sisi lain, perhitungan untuk Senat menunjukkan, Partai Demokrat dan Partai Republik sama-sama bersaing dengan 48 kursi. Untuk mendapatkan mayoritas, di antara mereka harus mendapatkan tiga kursi tambahan.

Partai Demokrat juga tampaknya masih berjaya di DPR dengan perolehan 209 kursi, sedangkan Partai Republik memiliki 193 kursi. Kontrol DPR dapat diambil jika salah satu di antaranya memiliki 218 kursi.

Kecenderungan kemenangan Partai Demokrat di pemilihan presiden dan DPR, dan juga adanya peluang di Senat tampaknya memang sudah menjadi strategi kubu Biden.

Research Fellow dari Loyola University Chicago, Ratri Istania mengatakan, Biden memang memiliki tujuan untuk membentuk unified government atau pemerintahan bersatu.

Unified government sendiri, dikatakan Ratri, dapat terjadi jika tidak ada perbedaan ideologi partai antara presiden, Senat, dan DPR.

"Kalau sudah ketiganya itu sejalan, sama, itu diharapkan kebijakan yang dikeluarkan Biden, misalnya untuk mengembalikan masa-masa kejayaan (Barack) Obama bisa berjalan lebih mulus," terangnya dalam RMOL World View bertajuk "Panas Dingin Pemilu AS" pada Jumat malam (6/11).

Meski begitu, Ratri mengingatkan, perolehan sementara saat ini belum dapat memastikan Demokrat mempertahankan kendali di DPR karena masih membutuhkan beberapa kursi tambahan.

"Kalau mereka sudah bisa mengontrol House of Representatives itu bisa lebih enak ya untuk masalah kebijakan ini. Tapi kalau dia tidak bisa mengontrol DPR, itu akan kesulitan," lanjutnya.

Seperti halnya DPR, tambah Ratri, perolehan suara untuk Senat juga masih gamang karena kontestasi masih terus terjadi. Tetapi pada dasarnya, ia mengatakan, unified government akan sangat penting bagi Biden jika benar-benar terpilih.

"Itu sangat penting buat Demokrat, terutama kebijakan luar negerinya. Itu sangat-sangat penting," pungkas Ratri.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya