Berita

Research Fellow dari Loyola University Chicago, Ratri Istania dalam RMOL World View pada Jumat, 6 November 2020/RMOL

Dunia

Peneliti: Pilpres AS Seakan Menonton Pertunjukan Hollywood

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 20:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) selalu menjadi perhatian dunia, namun untuk tahun ini menjadi lebih menarik karena banyaknya manuver yang dilakukan kedua kandidat.

Pada Rabu (2/11), petahana, Presiden Donald Trump mendeklarasikan kemenangannya yang langsung dikritik oleh banyak pihak, terutama lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Di tengah proses perhitungan suara, Trump juga mengklaim adanya penipuan pemilu di sejumlah negara bagian.


Dengan berbagai manuver yang dilakukan oleh Trump, media sosial pun dibanjiri oleh berbagai komentar. Banyak di antaranya bahkan membandingkan pemilu AS dengan pemilu Indonesia.

Pakar Asia Tenggara dari Australian National University, Dr Ross Tapsell melalui akun Twitter-nya, @RossTapsell mengatakan deklarasi kemenangan Trump mengingatkannya pada pemilu Indonesia.

"Tapi itu bukan politik Indonesia yang sebenarnya kecuali Trump akhirnya menjadi Menteri Pertahanan Biden," cuit Tapsell.

Menanggapi hal tersebut, Research Fellow dari Loyola University Chicago, Ratri Istania mengatakan pilpres AS saat ini memang seakan menonton pertunjukan Hollywood.

"Ini lucu juga, sepertinya kok Amerika, negara demokrasi terbesar mengikuti pola negara demokrasi terbesar ketiga, Indonesia," kata Ratri dalam RMOL World View bertajuk "Panas Dingin Pemilu AS" pada Jumat malam (6/11).

"Itu betul-betul lucu sekali. (Pilpres) Amerika Serikat sekarang ini (seakan) sedang menonton pertunjukan Hollywood," sambungnya.

Selain adanya manuver-menuver dari setiap kandidat, Ratri mengatakan, pilpres AS juga dibuat menarik dengan aturan yang diberlakukan di Negeri Paman Sam tersebut.

Di AS, ia melanjutkan, setiap negara bagian memiliki tenggat waktu perhitungan suara yang berbeda-beda. Dalam proses perhitungan di setiap negara bagian sendiri Trump selalu memberikan respons yang membuat masyarakat bingung.

"Masyarakat bingung ini maksudnya gimana dengan keinginan-keinginan Trump yang diungkapkan lewat Twitter," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya