Berita

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

Kemenangan Joe Biden Bisa Picu Konflik Kekerasan Antara Israel Dan Iran

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 13:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Posisi kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden yang jauh lebih unggul dari petahana, Donald Trump membuat Israel cemas.

Hal itu terlihat dari pernyataan Menteri Pemukiman Israel, Tzachi Hanegbi yang menyoroti rencana Biden untuk mengembalikan AS ke dalam kesepakatan nuklir Iran yang telah ditinggalkan Trump pada 2018.

Dalam beberapa kesempatan, Biden mengungkap rencana untuk kembali ke kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) 2015. Ia juga kemungkinan akan meninggalkan kebijakan tekanan maksimum pada Teheran dengan mencabut sejumlah sanksi.


Rencana itu membuat Israel khawatir. Hanegbi bahkan mengatakan, kemenangan Biden dapat memicu konfrontasi kekerasan antara Israel dan Iran.

"Biden telah lama mengatakan secara terbuka bahwa dia akan kembali ke perjanjian nuklir," kata Hanegbi, mengutip Arab News pada Jumat (6/11)..

"Jika Biden tetap dengan kebijakan itu, pada akhirnya akan ada konfrontasi dengan kekerasan antara Israel dan Iran," sambung dia.

Sejak JCPOA disepakati pada 2015, Israel, khususnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengkritisinya karena dianggap kurang keras terhadap Iran.

Meski begitu, pendapat lain dimiliki oleh Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset, Zvi Hauser. Ia mengaku yakin jika Biden akan terus bersama dengan Israel.

Lantaran selama Biden menjadi wakil presiden Barack Obama, ia kerap menyebut dirinya sebagai "teman sejati Israel".

"Saya berasumsi bahwa bahkan jika Kesepakatan Iran diperbarui, itu akan lebih baik daripada yang sebelumnya," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya