Berita

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev/Net

Dunia

Moskow Heran Mengapa Presiden Azerbaijan Bereaksi Dengan Emosional Terhadap Kata-kata Menlu Lavrov

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 10:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Reaksi emosional Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, terhadap kata-kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, tentang tentara bayaran asing yang ada di Nagorno-Karabakh tidak bisa dipahami oleh Moskow. 

"Sejujurnya, kami tidak begitu memahami reaksi emosional dari Yang Terhormat Tuan Ilham Aliyev, atas komentar Sergey Lavrov," kata sumber di Kementerian Luar Negeri, seperti dikutip dari TASS, Jumat (6/11).

"Mungkin asisten presiden menyajikan interpretasi mereka sendiri," ujar sumber.


Sumber tersebut mengingat kutipan yang tepat dari wawancara Lavrov kepada surat kabar Kommersant pada 3 November lalu: “Kami, tentu saja, prihatin tentang internasionalisasi konflik Nagorno-Karabakh dan keterlibatan militan dari Timur Tengah," isi dari artikel itu.

"Kami telah berulang kali meminta pihak-pihak eksternal untuk menggunakan kemampuan mereka menahan pengiriman atau transfer tentara bayaran yang jumlahnya sudah mendekati dua ribu.

"Topik ini, secara khusus, diangkat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin selama percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 27 Oktober, dalam kontak rutin dengan para pemimpin Azerbaijan dan Armenia. Kami terus mempromosikan posisi kami melalui berbagai saluran," lanjut isi artikel itu mengutip kalimat Lavrov.

“Seperti yang Anda lihat, tidak ada celaan dalam komentar baik terhadap Azerbaijan maupun negara lain,” lanjut sumber di kementerian itu.

Sumber itu mencatat bahwa Moskow selalu mendekati perannya sebagai mediator dengan sangat hati-hati.

“Presiden Aliyev sendiri telah berulang kali menyatakan ini. Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mempromosikan penyelesaian damai, politik, dan diplomatik dari konflik Nagorno-Karabakh.

"Pada saat yang sama, kami tetap yakin bahwa penetrasi militan tentara bayaran ke Kaukasus mengancam stabilitas dan keamanan semua negara di kawasan, termasuk Azerbaijan dan Rusia,” kata sumber lain di kementerian yang sama.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menanggapi pernyataan Lavrov dengan emosi.

Aliyev berkata; “Saya, terus terang, menyesali pejabat tinggi negara yang seharusnya netral dan seharusnya bertindak sesuai mandat yang diberikan kepada mereka oleh OSCE. Menggunakan informasi dan rumor ini yang tidak diverifikasi, itu sama sekali tidak berdasar."

“Kedua, kami tidak memiliki tentara bayaran. Saya telah mengatakannya berkali-kali. Kami tidak membutuhkan mereka. Kami memiliki tentara dengan 100 ribu pejuang dan kami dapat merekrut beberapa kali lebih banyak jika kami mengumumkan mobilisasi total, yang tidak kami lakukan, tidak seperti Armenia!" ujar Aliyev.

"Tidak ada bukti adanya pejuang asing yang bertempur di pihak kami. Tidak ada bukti selama ini," kata Aliyev menegaskan dalam wawancaranya dengan EFE Spanyol.

Pihak Armenia sendiri mempertanyakan mengapa apa yang dipikirkan Baku ketika melibatkan militan dalam konflik Nagorno-Karabakh, karena mereka menimbulkan ancaman tidak hanya bagi wilayah tersebut tetapi juga bagi banyak negara di sekelilingnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya