Berita

Fregat Australia, HMAS Ballarat/Net

Dunia

13 Tahun Absen Angkatan Laut Australia Kembali Gabung Latihan Perang, Imbangi Kekuatan China?

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 16:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah hampir 13 tahun absen, Angkatan Laut Australia akhirnya bergabung kembali dengan kapal perang AS, India, dan Jepang untuk latihan militer di Samudra Hindia.

Kembalinya Australia dalam latihan perang Malabar tahunan yang diselenggarakan oleh India, terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kekuatan China yang semakin meningkat.

Para kepala pertahanan AS telah mendorong kerja sama keamanan yang lebih dalam antara sekutunya sebagai lawan dari China, yang telah meluncurkan modernisasi besar-besaran angkatan lautnya.


Fregat Australia HMAS Ballarat mulai mengambil bagian dalam tahap pertama latihan Malabar yang dibuka di Samudra Hindia pada hari Selasa (3/11).

Ini bergabung dengan kapal-kapal dari tiga angkatan laut lainnya dalam latihan pertahanan udara dan anti-kapal selam, penerbangan, komunikasi, dan pasokan di laut antar kapal.

Menteri Pertahanan Linda Reynolds mengatakan kerja sama antara Australia dan sekutunya lebih penting dari sebelumnya.

"Partisipasi dalam latihan canggih seperti Malabar tidak hanya menyoroti kepercayaan strategis di antara anggota, tetapi juga memperkuat kemampuan kolektif kami untuk berkontribusi pada keamanan kawasan," katanya seperti dikutip dari 9News, Kamis (5/11).

Menurut rencana, Fase kedua akan dilakukan pada pertengahan bulan ini di Laut Arab.

Sementara Australia ingin kembali ke latihan, para analis mengatakan India ragu-ragu untuk menyampaikan undangan karena kekhawatiran akan mengecewakan China.

Para pejabat tinggi AS menyambut baik partisipasi Australia.

"Keputusan India baru-baru ini untuk memasukkan Australia dalam latihan angkatan laut Malabar yang akan datang bersama pasukan Amerika, India, dan Jepang mencerminkan pengakuan akan pentingnya bekerja sama secara multilateral untuk mengatasi tantangan global," kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper di New Delhi.

Awal tahun ini, Pemerintah Morrison mengumumkan rencana pengeluaran dana pertahanan sebesar 270 miliar dolar untuk meningkatkan keamanan Australia. Ini termasuk perombakan terbesar Angkatan Laut Australia sejak Perang Dunia II.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya