Berita

Pemilihan presiden Amerika Serikat 2020/Net

Dunia

Walau Siapkan Langkah Hukum, Kubu Trump Masih Menaruh Harapan Kepada Tiga Negara Bagian Kunci

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selain mempersiapkan diri untuk menghadapi serangkaian proses hukum setelah pemilihan, Partai Republik tampaknya masih menaruh harapan kepada negara-negara kunci.

Partai Republik sepertinya sudah paham dengan realita yang ada bahwa jalan kemenangan mereka hanya terletak pada tuntutan hukum dan permintaan perhitungan ulang.

Meski begitu, dimuat CNN pada Kamis (5/11), kubu petahana itu juga terlihat masih berharap dengan perolehan suara di tiga medan pertempuran utama, Pennsylvania (20 suara elektoral), Georgia (16 suara elektoral), dan Arizona (11 suara elektoral).


Jika Trump memenangkan ketiganya, maka ia mendapat 47 suara tambahan menjadi total 260.

Tetapi perolehan sementara saat ini menunjukkan Pennsylvania dan Georgia masih dipimpin oleh Presiden Donald Trump. Sementara Arizona dalam genggaman Joe Biden.

Walau begitu bukan tidak mungkin Arizona berbalik arah karena sejauh ini baru 86 persen suara yang terhitung dan selisih keduanya tidak begitu jauh, yaitu 50,5 persen melawan 48,1 persen.

Berbagai upaya dilakukan oleh tim legal Trump. Mantan Walikota New York City, Rudy Giuliani yang dipercaya untuk memimpin proses hukum Partai Republik telah mengajukan serangkaian gugatan untuk menghentikan proses perhitungan suara yang dianggap mereka ilegal. Ia juga mendesak diadakannya pemungutan suara ulang untuk sejumlah negara bagian.

Tetapi langkah Giuliani tidak memberikan hasil yang signifikan, bahkan cenderung diremehkan oleh sesama anggota partainya.

"Saya tidak mengerti bagaimana Rudy terus bermunculan," ujar seorang anggota Partai Republik.

Sampai saat ini, belum ada kandidat yang berhasil memenangkan 270 suara elektoral untuk melenggang masuk Gedung Putih.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya