Berita

Drone Sea Guardian/Net

Dunia

Langkah Terakhir, AS Siap Jual Empat Drone Sea Guardian Ke Taiwan

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 10:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengajukan pemberitahuan resmi kepada Kongres terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan.

Disampaikan oleh Pentagon pada Selasa (3/11), itu adalah langkah terakhir sebelum paket senjata senilai 600 juta dolar AS dikirim ke Taiwan, mengutip Reuters.

Dalam pemberitahuan tersebut, Departemen Luar Negeri memberi Kongres waktu 30 hari untuk menolak penjualan apapun, namun kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi.


Paket penjualan senjata untuk Taiwan sendiri meliputi empat drone MQ-9 SeaGuardian yang dibuat oleh General Atomic Aeronautical System Inc. dari San Diego, California, berikut suku cadang dan pelatihan.

Walau drone tersebut dapat dipersenjatai, mereka juga diberikan peralatan pengawasan.

Sebelumnya, pada 21 Oktober, Departemen Luar Negeri mengirimkan pemberitahuan ke Kongres untuk tahap pertama penjualan senjata ke Taiwan, termasuk peluncur roket berbasis truk yang dibuat oleh Lockheed Martin Corp, Rudal Standoff Land Attack Missile Expanded Response (SLAM-ER) Standoff System (HIMARS) dan peralatan terkait yang dibuat oleh Boeing Co, dan pod sensor eksternal untuk jet F-16.

Pada 26 Oktober, AS juga melanjutkan dengan usulan penjualan 100 stasiun rudal jelajah dan 400 rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat yang dibuat oleh Boeing Co.

Menanggapi penjualan tersebut, Kementerian Pertahanan Nasional China mendesak AS untuk segera menarik diri dari rencana penjualan senjata ke Taiwan.

"China sangat mendesak pihak AS untuk segera menarik rencana penjualan senjata ke Taiwan, menghentikan kontak militer AS-Taiwan dan menghentikan penjualan senjata ke pulau itu," demikian pernyataan kementerian.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya