Berita

Layanan Pos AS gagal penuhi tenggat waktu pengumpulan suara/Net

Dunia

Layanan Pos AS Gagal Penuhi Tenggat Waktu, 300 Ribu Suara Terancam Tak Terhitung

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 08:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kekhawatiran yang diperkirakan oleh pihak Presiden Donald Trump terjadi. Pemilihan melalui surat pos mengalami kendala.

Dimuat Washington Post, Layanan Pos Amerika Serikat (USPS) gagal memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan sebelumnya oleh hakim federal Washington DC untuk melakukan pengumpulan suara di 12 distrik pos yang mencakup 15 negara bagian.

Dengan begitu, layanan tersebut mengungkap, terdapat lebih dari 300 ribu surat suara di seluruh negeri yang tidak dapat dilacak.


Pada Selasa (3/11), Departemen Kehakiman telah memerintahkan pengadilan untuk melakukan peninjauan harian mulai pukul 16.00 hingga 20.00 waktu setempat pada Hari Pemilihan.

Tetapi menurut Hakim Emmet Sullivan, Layanan Pos tidak dapat mempercepat proses pengumpulan yang dimulai pada 12.30 waktu setempat.

"Mengingat batasan waktu yang ditetapkan oleh perintah pengadilan dan fakta bahwa Layanan Pos beroperasi secara nasional, tergugat tidak dapat mempercepat proses peninjauan harian untuk berjalan dari pukul 12.30 sampai 15.00 (waktu setempat) tanpa mengganggu kegiatan yang sudah ada sebelumnya pada hari pemilihan, sesuatu yang tidak dipahami atau diminta oleh terdakwa," kata Departemen Kehakiman.

Pada Selasa pagi, USPS menyatakan, sebanyak 300.523 surat suara di seluruh negeri telah menerima pemindaian masuk tetapi tidak keluar dari proses yang kemungkinan dapat terjebak dalam sistem.

Meski begitu, Sullivan mengatakan pihaknya cenderung membiarkan proses berlanjut dan Departemen Kehakiman akan membahas kendala tersebut pada Rabu (4/11).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya