Berita

Dr Anthony Fauci dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Di Miami, Trump Buka Rencana Pecat Dr Anthony Fauci Segera Setelah Menang Pilpres AS

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 10:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan akan memecat pakar kesehatan ternama di Gedung Putih, Dr Anthony Fauci, segera setelah ia berhasil memenangkan masa jabatannya yang kedua.

Pengumuman itu Trump sampaikan saat menggelar kampanye di Miami, Florida pada Senin (2/11). Ketika itu, para pendukungnya menyerukan "Pecat Fauci".

"Jangan beri tahu siapapun, tapi biarkan saya menunggu sebentar setelah pemilihan (untuk memecatnya). Saya menghargai sarannya," kata Trump, seperti dikutip The Independent.


Sejak pandemi Covid-19 dimulai, Trump dan Fauci secara terbuka telah memiliki serangkaian perbedaan.

Selama beberapa bulan terakhir, hubungan antara presiden dan pakar terkemuka di gugus tugas virus corona AS itu terus memburuk.

Fauci yang seorang pakar kesehatan berupaya untuk mengedepankan penanganan Covid-19 dengan langkah-langkah seperti lockdown, menjaga jarak, hingga menggunakan masker.

Sementara Trump yang pada awalnya meremehkan bahaya virus corona menganggap langkah-langkah itu dapat berdampak pada ekonomi dan kebebasan warga AS.

Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post pada Minggu (1/11), Fauci meminta perubahan mendesak dalam kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19, dengan mengatakan AS akan mengalami banyak kerugian.

"Ini bukan situasi yang baik," kata Fauci, merujuk pada lonjakan kasus Covid-19 di banyak negara bagian menjelang musim dingin.

Fauci memprediksi, jika langkah-langkah pencegahan tidak dilakukan, AS akan mendapatkan 100 ribu kasus Covid-19 baru setiap harinya sepanjang musim dingin.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, AS sudah mencatat lebih dari 8,9 juta kasus Covid-19 dengan 228.185 kematian.

Lonjakan infeksi harian tertinggi terjadi pada Minggu, dengan 99.356 kasus baru, dibandingkan 89.048 kasus pada Sabtu (31/10).

Meski begitu, peringatan Fauci tersebut mendapatkan tanggapan tajam dari jurubicara Gedung Putih, Judd Deere. Ia menuding Fauci berupaya bermain politik tiga hari menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November.

"Itu tidak dapat diterima dan melanggar semua norma bagi Dr Fauci, anggota senior gugus tugas virus corona Presiden dan seseorang yang telah memuji tindakan Presiden Trump selama pandemi ini, untuk memilih bermain politik tiga hari sebelum pemilu," tuding Deere.

Deere mengatakan, sebagai seorang anggota gugus tugas, Fauci memiliki tugas untuk mengungkap keprihatinan dan mendorong perubahan strategi, alih-alih mengkritik presiden di media dan membuat kecenderungan memuji lawan Trump, Joe Biden.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya